Tanggapan Pengamat kebijakan publik papua tentang tingginya HIV/AIDS di papua

Pengamat kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay SH,.M.Hum,.CMP,.CT dosen Hukum Universitas Stekom Semarang, Jawa Tengah (19/02/2025)

Jayapura,JayaTvPapua.com. – Tingginya HIV/AIDS di papua khususnya dikota jayapura mendapat tanggapn dari Pemerhati Pengamat Kebijakan Publim Papua, Dr. Methodius Kossay SH,.M.Hum,.CMP,.CT yang juga adalah seorang dosen Hukum di Unversitas Setkom Semarang, Jawa Tengah, mengatakan “Jumlah penderita HIV/AIDS di Papua dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan, hal ini sangat membahayakan bagi penduduk di Papua. Jika kita melihat data dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua per 30 September 2024, jumlah total penderita HIV-AIDS sebanyak 20.738 orang. Angka tersebut menunjukkan bahwa pemerintah beserta seluruh pemangku kepentingan perlu bersungguh-sungguh dalam melakukan upaya pencegahan” ujarnya.

Kossay mengatakan “Upaya pencegahan yang harus dilakukan secara efektif dan konstruktif antara lain adalah sosialisasi dan edukasi secara masif. Keterlibatan berbagai pihak dalam upaya menekan jumlah penderita HIV/AIDS di Provinsi Papua sangat penting dan perlu dilakukan secara berkelanjutan” katanya

“Lembaga pemerintah dan swasta serta pemerhati kemanusiaan, seperti Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Perguruan Tinggi/sekolah, peran tokoh agama, tokoh adat, dan orang tua memiliki peran penting dalam memberikan informasi, dorongan, dan motivasi kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda Papua yang sangat rentan dan berpotensi tertular HIV/AIDS” kata Dosen hukum ini.

Ia mengatakan “Penyebab utamanya adalah pengaruh lingkungan akibat pergaulan bebas di Papua yang berdampak pada penularan HIV/AIDS. Pesta minuman keras berlanjut dengan seks bebas berganti-ganti pasangan, pacaran bebas hingga berhubungan seks seolah-olah sebagai suami istri yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan, belum lagi penularan dari ibu ke anak bahkan penularan melalui seks bebas sesama jenis dan lainnya” pungkasnya

Dosen hukum ini juga mengatakan Afirmasi Peran orang tua sangat penting dalam memberikan pendidikan dan pengawasan terhadap anak-anaknya. Dan juga peran tokoh agama dan tokoh adat dalam mengedukasi masyarakat dan komunitas adatnya agar tidak melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan Kebenaran Firman Tuhan yang pada akhirnya akan menghancurkan kehidupan dan masa depan mereka.

“Saya juga berharap agar Dinas Kesehatan di kabupaten/kota di Provinsi Papua dan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) di setiap kabupaten/kota di Provinsi Papua sudah mulai turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi secara masif. Tokoh agama dan tokoh adat di setiap gereja dan kampung terus melakukan edukasi tentang bahaya HIV/AIDS” katanya.

Lanjutnya “Jika tidak segera ditangani dengan serius, jumlah penduduk Papua akan terus menurun. Bahkan genosida yang nyata dan perlahan dapat terjadi melalui penyebaran penyakit menular yaitu HIV/AIDS. Kita sebagai orang Papua harus sadar, bertobat dan mewaspadai pola hidup, sikap/Tindakan kita yang dapat memberikan dampak negatif bagi diri, keluarga dan Tanah Papua” tutupnya

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *