Festival Cenderawasih 2025 Resmi Dibuka: Sinergi Menuju Papua Tumbuh Kuat dan Inklusif

Festival Cenderawasih (Fescen) ke-2 resmi dibuka oleh Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua di Kawasan Entrop, Jayapura.

Jayapura, Jayatvpapua.com – Festival Cenderawasih (Fescen) ke-2 resmi dibuka oleh Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua di Kawasan Entrop, Jayapura. Festival yang mengangkat tema “Tumbuh Kuat, Tumbuh Inklusif” ini menjadi panggung penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru dan peningkatan peran serta pelaku ekonomi lokal di Papua.

Dalam sambutannya, Ramses Limbong menyampaikan apresiasi atas kolaborasi seluruh pihak dalam penyelenggaraan festival ini yang dinilai mampu membuka ruang pengembangan ekonomi Papua secara menyeluruh. Sementara itu, Faturachman menekankan bahwa penguatan ekonomi Papua ke depan perlu mengarah pada sektor-sektor baru yang lebih beragam, seperti pariwisata dan UMKM, di samping sektor pertanian yang sudah ada. Ia juga menyoroti pentingnya inklusivitas melalui keterlibatan aktif pengelola pariwisata lokal dan komunitas disabilitas, serta penguatan inovasi melalui ekonomi digital, keuangan syariah, dan ekonomi hijau.

Rangkaian Festival Cenderawasih telah dimulai dari pra-acara dan akan berlangsung hingga 15 Juni 2025. Puncak acara menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti pameran UMKM dan pariwisata inklusif yang melibatkan 60 peserta, Gerakan Pangan Murah (GPM), business matching pembiayaan perbankan, kompetisi, talkshow edukatif, hingga pertunjukan musik dari berbagai talenta muda Papua seperti Shine of Black, Anadok, Legi 483, Omcon SB, Nanji Yoseph, Raparty, One Scoot, dan Whllyano.

Tidak hanya menampilkan hiburan, festival ini juga mengundang tokoh-tokoh inspiratif asal Papua untuk berbagi kisah dan motivasi. Di antaranya adalah Boaz Solossa (pesepakbola nasional), Yokbet Merauje (Puteri Indonesia Papua 2025), Olivia Rumere (data scientist dari The University of Chicago), serta dua pilot perempuan asal Papua, Marlina Chlara dan Martha Itaar.

Salah satu bentuk nyata dari komitmen inklusivitas festival ini adalah kehadiran komunitas disabilitas yang bekerja sama dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Provinsi Papua. Komunitas ini turut ambil bagian dalam berbagai aktivitas seperti pertunjukan seni, kerajinan tangan, usaha makanan dan minuman, serta layanan pijat refleksi.

Festival Cenderawasih 2025 menjadi ruang ekspresi dan kolaborasi berbagai lapisan masyarakat Papua, membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat tercapai secara merata bila melibatkan semua pihak tanpa terkecuali.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *