Krisis Air Bersih di Jayapura, PTAM Siapkan Tambahan Kapasitas dari Danau Sentani

Dirut Etnis Sutisna,41 Ribu Pelanggan Dilayani, Distribusi Belum Merata karena Sistem dan Keterbatasan Sumber Air (4/5/2026).

Jayapura, JayaTvPapua.com – Direktur PTAM Jayapura (Perseroda), Etnis Sutisna, mengungkapkan tantangan besar dalam penyediaan air bersih di Kota dan Kabupaten Jayapura. Hal itu disampaikannya saat diwawancarai di Kantor Gubernur Papua, Senin (4/5/2026), usai menghadiri kegiatan World Press Freedom Day.

Saat ini, PTAM Jayapura melayani hampir 41 ribu pelanggan yang tersebar di berbagai unit pelayanan. Namun, distribusi air bersih dinilai belum merata. Salah satu penyebab utamanya adalah sistem jaringan yang belum terintegrasi.

“Masalah utama kami adalah sistem yang belum interkoneksi. Ini berdampak pada distribusi air yang belum merata, baik di kota maupun kabupaten,” jelas Etnis.

PTAM Jayapura saat ini mengandalkan 23 sumber air, dengan sekitar 20 titik berada di wilayah kota dan tiga lainnya di kabupaten. Namun, pertumbuhan penduduk yang pesat tidak diimbangi dengan penambahan kapasitas produksi air.

Kapasitas produksi air yang dimiliki saat ini mencapai 925 liter per detik, yang sebagian besar masih menggunakan infrastruktur lama sejak era kolonial. Kondisi ini menyebabkan defisit pasokan air bersih di sejumlah wilayah.

Untuk mengatasi hal tersebut, PTAM telah merancang penambahan kapasitas sebesar 200 liter per detik yang ditargetkan mulai terealisasi pada 2027. Sumber tambahan ini rencananya berasal dari pemanfaatan Danau Sentani dengan dukungan pemerintah pusat.

Selain itu, PTAM juga mendorong pengembangan sumber air baru lainnya, termasuk dari wilayah Siborgonyi, yang diharapkan dapat menyumbang sekitar 100 liter per detik. Upaya ini juga membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah serta masyarakat adat setempat.

“Kalau kapasitas produksi tidak ditambah, sementara penduduk terus bertambah, maka akan semakin sulit memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” tegasnya.

Dengan adanya tambahan pasokan air, PTAM berharap dapat meningkatkan jam layanan distribusi, khususnya di wilayah Jayapura Selatan dan sekitarnya. Sementara itu, wilayah Jayapura Utara nantinya akan difokuskan pada pasokan dari sumber yang sudah ada.

Di sisi lain, pengembangan jaringan distribusi juga terus dilakukan, terutama di kawasan permukiman baru seperti Muara Tami. Saat ini, wilayah tersebut masih memiliki kapasitas air yang cukup untuk melayani sekitar 2.500 pelanggan, dengan potensi pengembangan hingga 6.000 sambungan rumah.

Namun, sejumlah kawasan perumahan seperti Perumahan Anugerah masih masuk dalam daftar tunggu karena keterbatasan jaringan distribusi utama. PTAM menargetkan pembangunan jaringan di wilayah tersebut dapat dilakukan pada 2027, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

“Kami terus berupaya memperluas layanan, tetapi memang membutuhkan dukungan anggaran yang besar. Harapannya, semua rencana ini bisa berjalan bertahap dan menjawab kebutuhan masyarakat,” tutup Etnis.

Dengan berbagai upaya yang tengah disiapkan, PTAM Jayapura optimistis persoalan distribusi air bersih dapat diatasi secara bertahap, demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah Jayapura.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *