Jayapura, JayaTvPapua.com – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) asli Papua terus dilakukan Pemerintah Kota Jayapura. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Computer Assisted Test (CAT) Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bagi putra-putri Port Numbay yang digelar di Aula Kampus IPDN Regional Papua, Waena, Kota Jayapura, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Bhakti Karya Pamong Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kota Jayapura bekerja sama dengan IPDN Kampus Regional Papua ini secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, yang hadir mewakili Wali Kota Jayapura.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komisioner V DPN IKAPTK Wilayah Timur Benhur Tomi Mano, Ketua DPK-IKAPTK Kota Jayapura Raymond Mandibondibo, serta Direktur IPDN Kampus Regional Papua Davit Erwin Mayor.
Sebanyak 77 peserta dari berbagai kampung di Kota Jayapura mengikuti kegiatan yang bertujuan memberikan pemahaman awal mengenai sistem seleksi sekolah kedinasan, khususnya IPDN.
Rustan Saru menegaskan bahwa program tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Jayapura dalam mencetak SDM unggul, produktif, dan berkarakter.
“Ini merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kota Jayapura untuk mempersiapkan generasi muda Port Numbay agar mampu bersaing dalam seleksi sekolah kedinasan, khususnya IPDN. Mereka harus dipersiapkan sejak dini karena persaingan bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional,” ujarnya.
Menurut Rustan, peluang afirmasi bagi putra-putri Papua untuk masuk IPDN masih sangat terbatas. Karena itu, diperlukan pembinaan berkelanjutan agar para peserta memiliki kemampuan akademik, fisik, dan mental yang memadai saat mengikuti seleksi.
Ia berharap kegiatan ini menjadi model pembinaan yang dapat diterapkan di seluruh wilayah Papua.
“Kami ingin kegiatan seperti ini terus berlanjut melalui bimbingan belajar dan pembinaan yang lebih terstruktur sehingga semakin banyak anak-anak Port Numbay yang berhasil menjadi Praja IPDN dan kembali mengabdi membangun daerahnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPK-IKAPTK Kota Jayapura, Raymond Mandibondibo menjelaskan bahwa organisasi alumni IPDN merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membantu menyukseskan program pembangunan SDM unggul di Kota Jayapura.
“Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan sistem CAT kepada peserta. Dengan mengikuti simulasi ini mereka bisa mengetahui gambaran tes yang sebenarnya serta mengukur kemampuan diri sebelum mengikuti seleksi resmi sekolah kedinasan,” katanya.
Dari total 77 peserta yang terdaftar dan dihadiri 66 peserta, sekitar 80 persen merupakan putra-putri asli Port Numbay, sementara 20 persen lainnya merupakan Orang Asli Papua yang lahir dan besar di Kota Jayapura.
Raymond berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan menjadi program bimbingan belajar jangka panjang apabila mendapat dukungan anggaran yang memadai.
Di sisi lain, Direktur IPDN Kampus Regional Papua, Davit Erwin Mayor, mengapresiasi inisiatif IKAPTK Kota Jayapura yang dinilai mampu menjawab minimnya jumlah putra-putri asli Papua yang lolos seleksi IPDN dalam beberapa tahun terakhir.
“Selama lima tahun terakhir jumlah anak asli Papua yang diterima di IPDN masih sangat sedikit. Bahkan tahun lalu tidak ada yang berhasil lolos. Karena itu saya sangat mendukung kegiatan ini agar mereka memiliki persiapan yang lebih baik dan mampu bersaing dengan peserta dari daerah lain,” ungkapnya.
Menurut Davit, simulasi CAT bukan hanya melatih kemampuan akademik, tetapi juga mengajarkan peserta mengelola waktu saat mengerjakan soal tes yang jumlahnya mencapai lebih dari seratus soal dalam waktu terbatas.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak Praja IPDN dari tanah Papua pada masa mendatang.
“Dengan persiapan yang matang, saya optimistis anak-anak Papua memiliki peluang besar untuk berhasil dan menjadi pamong praja yang nantinya kembali membangun daerahnya sendiri,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Jayapura, IKAPTK, dan IPDN Regional Papua, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pembinaan berkelanjutan guna mencetak generasi muda Papua yang siap bersaing dan mengisi berbagai posisi strategis dalam pemerintahan di masa depan.













