JAYAPURA – Kepengurusan Badan Pengurus Cabang Ikatan Keluarga Maluku (BPC IKEMAL) Kota Jayapura periode 2026–2031 resmi dikukuhkan di Aula Sian Soor, Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (7/9/2026) malam.
Pengukuhan tersebut bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan warga Maluku dan meningkatkan kontribusi mereka terhadap pembangunan Kota Jayapura.
Ketua Umum IKEMAL Provinsi Papua, Christian Sohilait, melantik Piet Hein Kainama sebagai Ketua BPC IKEMAL Kota Jayapura. Dalam menjalankan roda organisasi, Piet didampingi enam wakil ketua, Sekretaris Richard J. Nahamury, serta pengurus dari 11 bidang kerja.
Kegiatan itu dihadiri Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, Wakil Wali Kota Jayapura H. Rustan Saru, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, mantan Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, tokoh paguyuban, dan para tetua adat Maluku.
Mengusung tema “Merajut Kasih dalam Perbedaan, Mempererat Persaudaraan Pela Gandong”, acara berlangsung dalam nuansa kekeluargaan dan kebersamaan.
Ketua Panitia Pelantikan, Vanessa Urbinas, mengatakan kepengurusan baru diharapkan mampu melanjutkan estafet organisasi sekaligus merawat hubungan antarsesama warga Maluku di Kota Jayapura.
Menurutnya, IKEMAL tidak hanya menjadi tempat berhimpun berdasarkan kesamaan daerah asal. Organisasi tersebut juga diharapkan berperan aktif dalam kehidupan sosial, keagamaan, kebudayaan, dan pembangunan daerah.
“Momentum ini untuk mempererat tali persaudaraan seluruh keluarga besar Maluku di Kota Jayapura serta memperkuat nilai-nilai pela dan gandong dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Vanessa.
Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
Ketua BPC IKEMAL Kota Jayapura, Piet Hein Kainama, mengajak masyarakat Maluku berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban serta mendukung pembangunan di ibu kota Provinsi Papua tersebut.
Ia menilai kerja sama antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menciptakan kehidupan kota yang aman, harmonis, dan maju.
“Mari torang sama-sama bersinergi dengan Pemerintah Kota Jayapura, menjaga keamanan dan ketertiban di kota ini, serta bersama-sama membangun Kota Jayapura,” kata Piet.
Piet mengatakan keberadaan masyarakat Maluku di Tanah Papua telah melewati perjalanan sejarah yang panjang. Warga Maluku datang dan mengabdi dalam berbagai bidang, termasuk sebagai penginjil dan tenaga pendidik.
Warisan pengabdian para pendahulu tersebut, menurut Piet, perlu dijaga dan diteruskan oleh generasi Maluku saat ini. Persatuan dan semangat kerja bersama menjadi modal utama untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Kalau katong bersatu, menjaga persaudaraan dan bekerja untuk maju, anak-anak Maluku akan menjadi bagian penting dalam pembangunan di Tanah Papua,” ujarnya.
Ia juga meminta dukungan seluruh warga terhadap kepengurusan yang baru agar setiap program dapat terlaksana secara konsisten dan berkelanjutan.
Pendataan Warga Jadi Program Prioritas
Sementara itu, Christian Sohilait Selaku Ketua Umum IKEMAL SE Tanah-Papua menyampaikan IKEMAL kini memiliki jaringan organisasi di enam provinsi serta 42 kabupaten dan kota di Tanah Papua.
Besarnya jaringan tersebut harus didukung sistem pendataan yang tertata. Karena itu, pembenahan basis data warga Maluku menjadi salah satu agenda utama organisasi.
“Program besar kami salah satunya merapikan pendataan semua orang Maluku,” kata Christian.
Data yang akurat dibutuhkan untuk memetakan jumlah, sebaran, kebutuhan, dan potensi masyarakat Maluku di setiap wilayah. Hasil pendataan tersebut nantinya dapat menjadi dasar penyusunan program organisasi yang lebih tepat sasaran.
IKEMAL juga akan mendorong peningkatan pendidikan dan kapasitas sumber daya manusia agar masyarakat Maluku memiliki kesempatan lebih luas untuk berkiprah dalam berbagai bidang.
Christian turut mengingatkan seluruh warga Maluku untuk menjaga kehormatan keluarga dan komunitas di mana pun berada.
“Semua anak Maluku yang ada di kota ini tidak boleh mempermalukan dua nama besar, yakni nama Tuhan dan nama keluarga,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat menggunakan media sosial secara bijak, terutama dengan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Menurut Christian, masyarakat Maluku harus lebih banyak menghasilkan karya dan kegiatan yang bermanfaat.
“Mari bikin sesuatu yang bisa dibikin untuk masyarakat Maluku yang ada di Kota Jayapura,” ujarnya.
IKEMAL Didorong Menjadi Mitra Pemerintah
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menyambut baik pengukuhan kepengurusan baru tersebut. Ia berharap IKEMAL dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
“Tidak usah banyak bicara, lebih baik banyak kita kerja. Marilah kita membangun kerja sama yang baik bersama Pemerintah Kota Jayapura dan Pemerintah Provinsi Papua,” ujar Abisai.
Abisai juga mendukung rencana pendataan warga Maluku. Menurutnya, informasi mengenai jumlah dan persebaran penduduk penting bagi organisasi maupun pemerintah untuk menyusun kebijakan dan program berdasarkan kondisi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Abisai mengingatkan agar nilai pela dan gandong tidak hanya menjadi semboyan. Nilai persaudaraan itu harus diwujudkan melalui persatuan dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita satu gandong, jangan sampai berdiri sendiri-sendiri. Jangan hanya tertulis satu gandong, tetapi di luar berbeda-beda. Mari kita benar-benar menjadi satu,” katanya.
Ia berharap BPC IKEMAL Kota Jayapura periode 2026–2031 mampu menjaga persatuan internal, merangkul seluruh warga Maluku, dan turut menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.
Abisai menegaskan Kota Jayapura merupakan rumah bersama. Karena itu, kemajuan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat yang tinggal dan menjalani kehidupan di dalamnya.
IKEMAL Kota Jayapura Resmi Dikukuhkan, Semangat Pela Gandong Jadi Fondasi Persatuan
-
Yessy Iriani-Jaya Tv
Share this article













