IKEMAL Kota Jayapura Perkuat Struktur Organisasi, Piet Hein Kainama: Semua Pengurus Harus Bekerja

JAYAPURA – Badan Pengurus Cabang Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) Kota Jayapura periode 2026–2031 resmi dilantik dengan struktur organisasi yang cukup besar. Ketua IKEMAL Kota Jayapura, Piet Hein Kainama, menegaskan bahwa banyaknya pengurus harus diikuti dengan kerja nyata bagi organisasi dan masyarakat.
‎Pelantikan berlangsung di Aula Sian Soor, Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (7/9/2026) malam. Kepengurusan tersebut dikukuhkan oleh Ketua Umum IKEMAL se-Tanah Papua, Christian Sohilait.
‎Struktur baru IKEMAL Kota Jayapura diperkuat oleh 10 wakil ketua, seorang sekretaris, lima wakil sekretaris, serta 11 bidang kerja. Komposisi yang besar itu menjadi salah satu hal yang disoroti dalam pelantikan.
‎Menanggapi hal tersebut, Piet mengatakan jumlah pengurus bukan menjadi masalah sepanjang setiap orang bersedia menjalankan tanggung jawabnya.
‎“Kalau formasinya dibilang gemuk, bagaimana kita merangkul mereka dan mendorong mereka untuk mulai bekerja. Kita orang Maluku harus bekerja sama,” ujar Piet.
‎Menurutnya, struktur tersebut disusun untuk memberikan ruang keterwakilan kepada warga Maluku dari berbagai daerah asal, termasuk Maluku Utara, Maluku Tengah, Maluku Tenggara, dan wilayah lainnya.
‎Keterwakilan itu diharapkan dapat memperkuat IKEMAL sebagai rumah bersama sekaligus wadah untuk menghimpun berbagai potensi masyarakat Maluku yang tinggal di Kota Jayapura.
‎Piet menilai organisasi tidak boleh bergantung pada beberapa orang saja. Dengan jumlah pengurus yang besar, tugas dan program IKEMAL dapat dijalankan secara bersama-sama.
‎“Kalau ada yang tidak bisa bekerja, tentu yang lain bisa bekerja. Kita tidak boleh hanya bergantung kepada orang-orang tertentu,” katanya.
‎Dorong Kader Maluku Tampil di Ruang Politik
‎Selain memperkuat internal organisasi, kepengurusan IKEMAL Kota Jayapura juga berencana meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Maluku agar mampu berperan dalam berbagai bidang, termasuk politik.
‎Piet menyoroti keterwakilan masyarakat Maluku di lembaga legislatif Kota Jayapura yang dinilainya mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
‎Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan bersama untuk membangun kembali kekuatan dan kebersamaan warga Maluku. IKEMAL akan berupaya menghimpun serta mendorong figur-figur potensial agar dapat mengambil bagian dalam proses politik.
‎“Kenapa dahulu jumlahnya bisa banyak, tetapi hari ini berkurang? Itu menjadi tugas kami untuk menghimpun saudara-saudara dan mendorong mereka agar bisa duduk di DPR Kota,” ujarnya.
‎Meski mendorong kader-kader Maluku masuk ke lembaga politik, Piet menegaskan belum memiliki rencana pribadi untuk mengikuti kontestasi politik.
‎Ia menyatakan masih ingin memusatkan perhatian pada pembenahan organisasi dan mempersiapkan warga Maluku agar mampu berkontribusi lebih luas bagi masyarakat.
‎Bangun Basis Data Warga Maluku
‎Program awal kepengurusan baru akan dimulai melalui rapat kerja untuk merumuskan agenda hingga akhir 2026 serta menyusun program organisasi untuk 2027.
‎Salah satu prioritas yang akan dikerjakan adalah membangun basis data warga Maluku di Kota Jayapura. Untuk mendukung program tersebut, IKEMAL tengah menyiapkan aplikasi pendataan yang diharapkan dapat segera digunakan.
‎Aplikasi itu nantinya akan membantu organisasi mengetahui jumlah, identitas keluarga, dan persebaran warga Maluku hingga tingkat kelurahan dan distrik.
‎“Kami sedang berusaha membuat aplikasi. Mudah-mudahan bulan ini selesai sehingga warga Maluku yang berada di Kota Jayapura dapat didata,” kata Piet.
‎Proses pendataan akan melibatkan struktur organisasi IKEMAL hingga para ketua kampung. Data tersebut juga akan diperbarui apabila terjadi perubahan jumlah anggota keluarga atau terdapat warga yang meninggal dunia.
‎Dengan data yang lebih akurat, IKEMAL diharapkan dapat menyusun program sesuai kebutuhan masyarakat. Organisasi juga bisa mengetahui jumlah warga Maluku yang menetap di setiap wilayah, termasuk di Kelurahan Yabansai dan kelurahan lainnya.
‎Ajak Warga Menjaga Keamanan Jayapura
‎Piet turut mengajak seluruh warga Maluku untuk ikut memelihara keamanan dan ketertiban di Kota Jayapura. Ia mengingatkan agar persoalan dari daerah asal tidak dibawa ke lingkungan kehidupan bersama di kota.
‎“Marilah kita bersama-sama menjaga keamanan Kota Jayapura. Jangan membawa persoalan atau kebiasaan buruk dari kampung ke kota ini,” tegasnya.
‎Menurut Piet, generasi terdahulu masyarakat Maluku telah mewariskan nilai-nilai persaudaraan dan kehidupan yang harmonis di Tanah Papua. Warisan tersebut perlu dipertahankan dan diteruskan oleh generasi saat ini.
‎Ia berharap warga Maluku dapat menjadi teladan dalam menjaga kerukunan serta memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan Kota Jayapura.
‎Piet juga menegaskan bahwa kepengurusan periode 2026–2031 tidak boleh hanya terlihat besar dalam susunan organisasi. Keberhasilan kepengurusan akan dinilai dari pelaksanaan program dan manfaatnya bagi masyarakat.
‎“Yang terpenting bukan banyaknya orang dalam formasi, melainkan bagaimana seluruh pengurus dapat bekerja,” pungkas Piet.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *