96 Mahasiswa Kedokteran Jadi Sorotan, Derias: Jangan Korbankan Masa Depan Kami

koordinator aksi mahasiswa profesi kedokteran uncen, derias wanimbo, saat menyampaikan tuntutan terkait kepastian ujian profesi dokter bagi 96 mahasiswa di gapura kampus uncen waena, jayapura, senin (14/9/2026).

Jayapura, Jayatvpapua.com – Koordinator aksi mahasiswa profesi kedokteran Universitas Cenderawasih, Derias Wanimbo, menegaskan perjuangan mahasiswa untuk mendapatkan kepastian hak mengikuti ujian profesi dokter bukan persoalan yang baru muncul.

Derias mengatakan, mahasiswa telah melakukan aksi, negosiasi, dan menyampaikan aspirasi kepada pihak kampus maupun Rektorat sejak 31 Juli hingga 9 September 2026. Namun, menurutnya, hingga kini belum ada kepastian yang tegas mengenai persoalan yang mereka perjuangkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Derias saat memimpin aksi BEM Uncen bersama mahasiswa profesi kedokteran di Gapura Kampus Uncen Waena, Kota Jayapura, Senin (14/9/2026).

Menurut Derias, para mahasiswa yang terdampak telah menyelesaikan pendidikan akademik atau preklinik serta pendidikan profesi dokter di rumah sakit. Tahapan yang tersisa adalah mengikuti ujian profesi dokter.

Namun, mahasiswa mempersoalkan kebijakan yang menurut mereka membatasi peserta ujian periode Agustus hanya bagi mahasiswa dengan NIM murni tahun 2022.

“kami sudah selesaikan pendidikan akademik dan pendidikan profesi dokter di rumah sakit. sekarang kami tinggal ujian, tetapi ada kebijakan yang membatasi hak kami untuk mengikuti ujian,” ujar Derias.

Derias menyebut kebijakan tersebut berdampak terhadap sekitar 96 mahasiswa dari sejumlah angkatan. Mahasiswa kemudian mempertanyakan dasar resmi kebijakan tersebut dan meminta pihak kampus menunjukkan dokumen yang menjadi landasan pembatasan peserta ujian.

Menurutnya, mahasiswa tidak ingin hak akademik mereka dibatasi tanpa adanya penjelasan yang jelas dan terbuka.

Selain persoalan ujian, Derias juga menyoroti status kepemimpinan Fakultas Kedokteran Uncen. Ia mendesak Universitas Cenderawasih segera menyelesaikan proses pergantian dekan serta menetapkan Plt Dekan Fakultas Kedokteran yang baru.

Derias mengatakan, pihaknya bersama BEM Uncen dan pimpinan mahasiswa dari sejumlah fakultas telah memperkuat pengawalan terhadap persoalan tersebut.

“Kami meminta pimpinan Universitas segera mengeluarkan SK Plt Dekan baru Fakultas Kedokteran. Dekan atau Plt Dekan baru nantinya yang mengurus nasib ujian kami,” tegasnya.

Derias menilai kepastian terhadap ujian profesi dokter sangat penting karena menyangkut masa depan mahasiswa sekaligus kebutuhan tenaga dokter di Papua.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sejumlah pesan, salah satunya “Papua butuh dokter OAP, mahasiswa butuh kepastian hak akademik, bukan alat kekuasaan.”

Derias menegaskan, mahasiswa akan terus mengawal persoalan tersebut hingga mendapatkan kepastian. Ia juga menyatakan mahasiswa siap melakukan aksi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak segera diakomodasi oleh pihak universitas.

Mahasiswa berharap pimpinan Universitas Cenderawasih membuka ruang dialog bersama mahasiswa dan memberikan keputusan yang jelas agar 96 mahasiswa profesi dokter dapat melanjutkan tahapan ujian tanpa ketidakpastian.

Hingga berita ini diturunkan, pernyataan dan tuntutan mahasiswa tersebut masih menunggu tanggapan resmi dari pihak Fakultas Kedokteran maupun pimpinan Universitas Cenderawasih.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *