Jayapura,JayaTvPapua.com – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) terus mendorong penguatan Badan Usaha Milik Kampung (Bumkam) sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan peningkatan kapasitas pengurus Bumkam dari 14 kampung di Kota Jayapura yang berlangsung selama dua hari, 10 hingga 11 September 2026, di Aula Gedung AB, Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami.
Upaya ini dilakukan melalui kegiatan peningkatan kapasitas pengurus Bumkam dari 14 kampung di Kota Jayapura yang dibuka oleh Asisten I Setda Kota Jayapura, Every N. Merauje, mewakili Wali Kota Jayapura, Kamis (10/9/2026).
Sebanyak 70 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari pengurus lama maupun pengurus baru Bumkam, dengan masing-masing kampung mengutus lima orang.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat DPMK Kota Jayapura, Willhelmina Ik, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun untuk meningkatkan kemampuan pengurus dalam mengelola Bumkam secara lebih profesional.
Menurutnya, pembentukan dan legalitas Bumkam di 14 kampung di Kota Jayapura telah dilakukan. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kendala, terutama dalam pengelolaan usaha, pelaporan keuangan, komitmen pengurus, serta dukungan dari pemerintah dan masyarakat kampung.
“Memang sampai saat ini hasil yang dicapai Bumkam belum maksimal. Karena itu, setiap tahun kami terus melakukan evaluasi dan pendampingan,” ujar Willhelmina.
Ia mengungkapkan, total penyertaan modal yang telah diberikan pemerintah kampung kepada Bumkam di 14 kampung sejak beberapa tahun terakhir hingga 2026 mencapai kurang lebih Rp15 miliar.
Besarnya penyertaan modal tersebut, kata dia, menjadi perhatian serius bagi DPMK Kota Jayapura agar pengelolaan Bumkam mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pendapatan kampung dan kesejahteraan masyarakat.
Meski demikian, sejumlah Bumkam mulai menunjukkan perkembangan positif. Tiga Bumkam dinilai telah mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan kampung.
Di antaranya Bumkam Kampung Holtekamp yang selama tiga tahun berturut-turut telah memberikan kontribusi kepada kampung.
Kemudian Bumkam Koya Koso yang telah memberikan kontribusi selama dua tahun berturut-turut, serta Bumkam Waena yang pada tahun ini mulai memberikan kontribusi pendapatan bagi kampung.
“Walaupun kontribusinya belum terlalu besar, ini merupakan bagian dari kerja pengurus dan menunjukkan bahwa Bumkam mulai berkembang,” jelasnya.
Willhelmina menilai, keberhasilan Bumkam tidak hanya bergantung pada pengurus. Dukungan pemerintah kampung dan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam keberlangsungan usaha.
“Yang menjadi kendala adalah kurangnya konsistensi dan komitmen pengurus Bumkam. Ada juga pemerintah kampung yang kurang mendukung, begitu pula masyarakat. Semua aspek ini mempengaruhi perkembangan Bumkam,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, DPMK Kota Jayapura juga memberikan pendampingan dalam penyusunan laporan keuangan dan laporan pertanggungjawaban, sekaligus membantu pengurus mengidentifikasi potensi usaha baru yang dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing kampung.
Kegiatan ini turut melibatkan fasilitator dari lembaga pelatihan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk tenaga pendamping yang memberikan materi mengenai manajemen usaha, kewirausahaan, pengelolaan keuangan, serta pengembangan potensi ekonomi kampung.
DPMK Kota Jayapura berharap peningkatan kapasitas tersebut dapat memperkuat kelembagaan Bumkam, meningkatkan kemampuan pengurus dalam tata kelola dan kewirausahaan, serta mendorong Bumkam menjadi pelaku usaha ekonomi yang mandiri dan profesional.
Dengan pengelolaan yang lebih baik, Bumkam diharapkan tidak hanya mampu mengembangkan potensi ekonomi kampung, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Kampung dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di 14 kampung di Kota Jayapura.













