Jayapura,Jayatvpapua.com – Koordinator Lapangan aksi mahasiswa di Universitas Cenderawasih, Darki Sampari, menegaskan aksi yang digelar di Gapura Kampus Uncen Waena, Senin (14/9/2026), merupakan bentuk pengawalan terhadap nasib 96 mahasiswa Fakultas Kedokteran yang menurut mahasiswa terdampak persoalan pelaksanaan ujian profesi dokter.
Darki mengatakan, mahasiswa menilai persoalan tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa karena menyangkut masa depan pendidikan dan hak akademik mahasiswa kedokteran.
Menurutnya, mahasiswa mempertanyakan kebijakan Fakultas Kedokteran terkait pendaftaran dan pelaksanaan ujian profesi dokter periode Agustus. Ia menyebut terdapat mahasiswa yang telah memenuhi tahapan pendidikan, namun belum memperoleh kepastian untuk mengikuti ujian.
“96 mahasiswa ini kami anggap menjadi korban kebijakan di Fakultas Kedokteran. Kami meminta pertanggungjawaban atas kebijakan yang diambil,” ujar Darki Sampari.
Darki juga mempersoalkan status kepemimpinan di Fakultas Kedokteran Uncen. Ia mengatakan mahasiswa telah mengetahui adanya proses pergantian dekan, namun menurutnya proses tersebut belum berjalan sebagaimana yang diharapkan mahasiswa.
Karena itu, mahasiswa mendesak pimpinan Universitas Cenderawasih segera memberikan kejelasan mengenai status kepemimpinan Fakultas Kedokteran dan memastikan adanya pejabat yang memiliki kewenangan untuk menangani persoalan akademik mahasiswa.
Darki menegaskan, tuntutan mahasiswa bukan untuk mempersoalkan institusi Universitas Cenderawasih secara keseluruhan. Menurutnya, mahasiswa ingin pihak fakultas memberikan penjelasan dan bertanggung jawab atas kebijakan yang dipersoalkan.
“Kami butuh pihak Fakultas Kedokteran hadir dan mengakui kalau memang ada kesalahan kebijakan, kemudian bertanggung jawab terhadap nasib 96 mahasiswa,” tegasnya.
Ia menilai persoalan ini menjadi semakin penting karena Papua masih membutuhkan tenaga dokter. Menurut Darki, mahasiswa yang telah menjalani proses pendidikan kedokteran harus mendapatkan kepastian agar dapat menyelesaikan tahapan pendidikan dan nantinya mengabdi kepada masyarakat.
Darki juga mengingatkan bahwa aksi mahasiswa tidak berhenti pada aksi 14 September. Jika tuntutan tidak segera diakomodasi, mahasiswa menyatakan akan melakukan aksi lanjutan.
“Kami akan menunggu dalam waktu singkat. Kalau tidak diakomodasi, kami akan melakukan aksi lagi,” katanya.
Mahasiswa meminta pimpinan Universitas Cenderawasih dan Fakultas Kedokteran membuka ruang dialog serta memberikan keputusan yang jelas mengenai status akademik dan ujian profesi bagi 96 mahasiswa.
Hingga berita ini diturunkan, pernyataan Darki dan tuntutan mahasiswa masih menunggu tanggapan resmi dari pihak Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih.













