Tolikara, Jayatvpapua.com – Dalam Sarasehan Nasional bersama Badan Gizi Nasional di Jakarta, Willem Wandik menyampaikan bahwa di Papua Pegunungan, khususnya di Tolikara, stunting adalah masalah kompleks yang tak bisa diselesaikan hanya dengan pemberian makanan di sekolah.
Bupati Willem menjelaskan, stunting di Tolikara berawal dari rumah, bukan dari sekolah. Oleh karena itu, Pemda Tolikara fokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, dengan pendekatan keluarga, budaya lokal, dan gereja sebagai mitra strategis.
Pangan lokal seperti sagu, ubi, keladi, dan ikan didorong sebagai sumber utama gizi bagi anak-anak, karena lebih murah, berkelanjutan, dan diterima masyarakat.
“Papua bukan Jawa. Tolikara punya tantangan dan budaya berbeda. Jadi, program MBG harus disesuaikan, bukan diseragamkan.”
Bupati Willem juga berharap pemerintah pusat tidak lagi memangkas dana pembangunan, karena Papua masih menghadapi ketertinggalan infrastruktur, logistik, dan ketahanan pangan yang serius.
Willem Wandik mengajak seluruh pihak untuk sukseskan Program MBG dengan pendekatan yang manusiawi, adil, dan sesuai dengan kearifan lokal Papua.













