Festival Kopi Papua ke-9 Resmi Dibuka, BI Dorong Kopi Papua Tembus Pasar Global

JAYAPURA — Halaman Kantor Gubernur Papua menjadi saksi dibukanya Festival Kopi Papua ke-9 Tahun 2026 yang berlangsung pada 7 hingga 9 Agustus 2026. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, hadir langsung untuk membuka acara yang mengusung tema “Merawat Warisan, Membangun Masa Depan Papua” ini, didampingi Kepala BI Papua, Warsono, dan Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, S.P., M.Eng. Sejumlah tokoh penting juga tampak hadir, di antaranya jajaran Forkopimda, perwakilan Kementerian Pariwisata, serta Wakil Badan Legislasi DPR RI, Mayjend. TNI (Purn) Sturman Panjaitan, S.H., bersama rombongan.

Dalam pemaparannya, Ricky P. Gozali menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid di angka 5,29 persen (yoy) pada Triwulan II 2026 dengan inflasi Juli terjaga di level 2,88 persen (yoy). Khusus Papua, pertumbuhan ekonomi mencapai 4,49 persen (yoy) dan inflasi membaik menjadi 2,71 persen (yoy). Raihan tersebut turut menghantarkan Pemerintah Provinsi Papua sebagai Juara I TPID Awards 2025 dan Pemerintah Kota Jayapura sebagai Terbaik I Pengendalian Inflasi Regional Papua 2026 dari Kemendagri.

Terkait potensi kopi, Ricky menekankan bahwa Papua memiliki modal besar untuk bersaing di kancah internasional. “Kekayaan cita rasa kopi Papua, mulai dari arabika Bpiri, robusta Ambaidiru, hingga liberika Genyem, menjadi modal kuat membangun positioning kopi Papua di pasar global,” ujarnya. Ia lantas mendorong tiga penguatan utama ke depan, mencakup konsistensi kualitas dan pasokan, hilirisasi dan digitalisasi, serta sinergi kopi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Momentum festival ini juga ia nilai tepat bagi pelaku UMKM dan masyarakat untuk memperluas jejaring sekaligus pasar.

Sementara itu, Warsono dalam laporannya menegaskan bahwa Bank Indonesia terus memperkuat komitmen terhadap pengembangan ekonomi daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui pemberdayaan UMKM, percepatan transformasi digital, serta peningkatan daya saing produk unggulan. “Kopi Papua bukan sekadar komoditas, melainkan warisan budaya dan sumber penghidupan masyarakat yang mendorong pertumbuhan ekonomi Papua yang berkelanjutan,” tegasnya. Sejumlah program telah dirancang, antara lain pelatihan kewirausahaan barista, capacity building UMKM ekspor, Tiba-Tiba Cupping, Barista Championship, hingga keikutsertaan UMKM binaan di pameran kelas dunia, World of Coffee.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pariwisata RI secara simbolis menyerahkan piagam Karisma Event Nusantara 2026, menandai Feskop kini resmi menjadi bagian dari KEN. Ia menyampaikan apresiasi terhadap seluruh mitra strategis yang terlibat. “Di tengah posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, kopi Papua hadir sebagai salah satu mutiara unggulan dengan keunikan aroma dan cita rasa yang merupakan warisan luhur kekayaan alam Papua yang wajib dirawat dan dilestarikan,” katanya. Ia menambahkan, kopi kini bukan sekadar perekat kebersamaan, melainkan juga penggerak ekonomi yang menghidupkan ekosistem luas dari petani hingga pelaku usaha.

Ricky menambahkan bahwa bergabungnya Feskop ke-9 dalam KEN merupakan pengakuan yang juga membawa tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas dan kebermanfaatan acara. Festival ini sekaligus menjadi bagian dari program nasional Cangkir Barista yang membangun ekosistem UMKM kopi secara end-to-end.

Beragam kegiatan mewarnai Feskop 2026 sebagai wujud edukasi dan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Papua. Selain opening dan closing ceremony, pengunjung dapat menikmati Barista Championship, showcasing UMKM, pertunjukan budaya, music performance, talkshow dan seminar, hingga business matching. Seluruh rangkaian acara diarahkan untuk memperkokoh posisi kopi Papua sebagai warisan budaya yang ke depannya menjadi motor penggerak ekonomi Papua yang berdaya saing.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *