Guru Yayasan di Jayapura Merasa Dianaktirikan dalam Seleksi PPPK “Giliran Kami, Justru Dinonaktifkan”

Franskois Likumahua, Guru SMP YPK Diaspora Kotaraja, menyampaikan bahwa banyak guru Yayasan kecewa karena nama mereka tiba-tiba dinonaktifkan (27/8/2025)

Jayapura,JayaTvPapua.com. – Aksi protes terkait pengangkatan tenaga honorer PPPK tahap II di Kota Jayapura terus bergulir. Kali ini, suara datang dari guru Yayasan yang merasa dianaktirikan dalam proses seleksi.

Franskois Likumahua, Guru SMP YPK Diaspora Kotaraja, menyampaikan bahwa banyak guru Yayasan kecewa karena nama mereka tiba-tiba dinonaktifkan dari daftar peserta tes, padahal sebelumnya sudah dinyatakan lolos tahap awal.

“Selama ini kami guru Yayasan selalu bersabar, dianggap seperti anak tiri. Saat giliran kami, justru dinonaktifkan. Kami sudah dapat jadwal, tempat, dan sesi ujian, tinggal menunggu tes. Tiba-tiba nama kami dihapus tanpa penjelasan jelas,” ungkap Franskois,Rabu (27/8/2025).

Ia menilai keputusan pemerintah daerah tidak konsisten. Di satu sisi Wakil Wali Kota menyebut tes dibatalkan sementara, namun di sisi lain keputusan final menunggu Wali Kota Jayapura.

“Kalau keputusan awal bisa diambil langsung, kenapa keputusan kedua harus menunggu Wali Kota? Itu membuat kami ragu dan penuh tanda tanya,”ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa alasan keterbatasan formasi tidak bisa dijadikan dalih. Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik, tantangan, dan kebutuhan tenaga pendidik yang berbeda sehingga pemerintah pusat tidak bisa dijadikan patokan mutlak.

“Kalau membangun kota, harus berani mengambil terobosan. Jangan hanya menunggu patokan dari pusat. Kalau begitu sampai kapan kami bisa diangkat?” tegasnya.

Guru Yayasan berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian apakah semua nama akan kembali diikutsertakan tes atau tidak. Mereka menunggu keputusan Wali Kota Jayapura yang dijanjikan akan diumumkan dalam waktu dekat.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *