Jayapura, JayaTvPapua.com – Persipura Jayapura resmi memperkenalkan skuad jersey serta buku perjalanan klub untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Launching Experience tersebut digelar di salah satu hotel di kawasan Abepura Kota Jayapura (30/8/2026).
Launching ini menjadi momentum penting bagi Persipura untuk membuka lembaran baru setelah melalui berbagai dinamika dalam perjalanan klub. Tidak hanya memperkenalkan wajah baru tim, kegiatan tersebut juga menjadi simbol kebangkitan Persipura dan tekad membawa kembali nama Papua ke level tertinggi sepak bola nasional.
Pada musim 2026/2027, Persipura diperkuat 35 pemain dan didukung 20 orang ofisial, dengan Evelin Sanita Injaya dipercaya sebagai Manajer Persipura.
Menariknya, peluncuran Persipura musim ini dilakukan secara serentak dari sejumlah kota, di antaranya Jayapura, Sorong, Wamena, Jakarta, dan Yogyakarta. Konsep tersebut menunjukkan bahwa Persipura tidak hanya menjadi milik masyarakat Jayapura, tetapi memiliki basis dukungan yang luas di berbagai daerah.
President Director PT NCK, Owen Rahadian, mengatakan launching musim ini bukan sekadar seremoni perkenalan pemain dan jersey. Menurutnya, momentum tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kembali Persipura bersama masyarakat Papua dan para pendukungnya.
“Hari ini bukan hanya tentang jersey, perkenalan tim atau launching. Kita melakukan sesuatu yang sangat istimewa. Ini mungkin pertama kalinya dalam sepak bola Indonesia kita melakukan launching secara serentak di enam lokasi sekaligus,” ujar Owen.
Owen menegaskan, Persipura memiliki sejarah panjang dan menjadi salah satu identitas penting Papua di kancah sepak bola Indonesia. Karena itu, musim baru harus dijalani dengan semangat, kerja keras dan rasa tanggung jawab yang besar.
Ia juga menyampaikan bahwa selama satu musim terakhir, dirinya banyak belajar dari para suporter dan masyarakat Papua mengenai arti Persipura bagi daerah ini.
“Banyak orang di dalam negeri maupun luar negeri bertanya kepada saya, kenapa saya begitu peduli dengan Persipura. Saya selalu katakan, kalau berbicara tentang Papua, salah satu hal yang membuat orang mengenal Papua adalah sepak bola dan Persipura,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Persipura juga memperkenalkan buku yang mencatat perjalanan klub dari masa ke masa. Buku tersebut memuat kisah perjuangan, kemenangan, serta para pemain dan generasi yang telah memberikan warna dalam sejarah panjang Mutiara Hitam.
Namun, menurut Owen, masih ada satu halaman yang belum tertulis dalam buku tersebut, yakni perjalanan Persipura pada musim 2026/2027.
“Halaman cerita musim ini masih kosong. Kitalah tim 2026/2027 yang akan menentukan apa yang nantinya tertulis di sana. Apakah kita akan berada di Liga 2 atau Liga 1,” tegasnya.
Owen berharap halaman kosong tersebut nantinya diisi dengan cerita keberhasilan Persipura kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa hasil akhir musim tidak dapat ditentukan hanya melalui kata-kata. Menurutnya, seluruh elemen Persipura harus bekerja keras dan menjaga disiplin sepanjang kompetisi.
“Kita tidak bisa menentukan bagaimana musim ini akan berakhir, tetapi kita bisa menentukan bagaimana kita menjalaninya. Kerja keras, disiplin, keberanian, kerendahan hati, dan yang paling penting adalah kebanggaan membawa nama Papua,” ungkap Owen.
Ia menambahkan, empat bintang yang melekat pada lambang Persipura merupakan simbol sejarah dan prestasi yang telah ditorehkan generasi sebelumnya. Kini, tugas tersebut berada di tangan skuad Persipura musim 2026/2027.
“Generasi sebelum kita sudah menulis cerita mereka. Sekarang giliran kita. Musim baru, semangat baru, tetapi satu hal yang tidak pernah berubah: satu hati, satu tujuan, untuk Persipura dan untuk Papua,” pungkasnya.
Launching tim dan jersey ini diharapkan menjadi titik awal bagi Persipura untuk menatap kompetisi musim 2026/2027 dengan optimisme. Dukungan suporter dan masyarakat Papua menjadi bagian penting dalam perjalanan Mutiara Hitam mengejar target kembali ke panggung tertinggi sepak bola nasional.













