Owen Rahadian Tegaskan Persipura Harus Profesional Tanpa Kehilangan Identitas Papua

President Director PT NCK, Owen Rahadian Mutiara Hitam Siap Menulis Sejarah Baru, Satu Hati untuk Persipura dan Papua (30/8/2026).

Jayapura,JayaTvPapua.com – President Director PT NCK, Owen Rahadian, menegaskan Persipura Jayapura musim 2026/2027 dibangun dengan fondasi yang lebih kuat, baik dari sisi komposisi pemain, kepelatihan, manajemen maupun kemandirian finansial klub.

Owen mengatakan, skuad Persipura musim ini berjumlah 35 pemain, termasuk delapan pemain yang merupakan hasil regulasi dan proses seleksi sebelumnya. Menurutnya, jumlah tersebut bertambah dari rencana awal karena manajemen melihat banyak pemain muda yang memiliki potensi.

“Awalnya kami hanya merencanakan sekitar 32 pemain. Tetapi setelah melihat potensi yang ada, akhirnya kami memaksimalkan menjadi 35 pemain. Kami ingin memberikan ruang kepada pemain-pemain yang memang punya potensi untuk berkembang bersama Persipura,” ujar Owen.

Ia juga menyampaikan bahwa Persipura masih akan kedatangan satu pemain tambahan, khususnya untuk memperkuat lini depan.

Selain pemain, Persipura juga mendapatkan dukungan sponsor baru. Owen mengapresiasi kehadiran sponsor yang berasal dari pengusaha Papua karena dinilai sejalan dengan keinginan manajemen untuk meningkatkan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam mendukung sepak bola Papua.

“Saya sangat senang karena musim ini kami mendapatkan sponsor baru dan yang paling saya apresiasi adalah sponsornya berasal dari pengusaha Papua. Dari musim lalu saya memang menginginkan adanya pengusaha lokal yang ikut membangun Persipura,” katanya.

Menurut Owen, komunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk perusahaan besar seperti Freeport, juga terus dilakukan. Namun, ia menegaskan Persipura tidak ingin hanya menunggu dukungan datang setelah klub kembali ke Liga 1.

“Kita sedang berjuang untuk kembali ke Liga 1. Justru dalam kondisi seperti sekarang, dukungan dari semua pihak sangat penting. Kami tentu terus membuka komunikasi dengan berbagai pihak, tetapi Persipura juga harus mampu membangun kemandirian finansial,” tegasnya.

Owen juga mengingatkan seluruh pemain agar tidak mengulangi kesalahan musim sebelumnya. Ia menilai pengalaman musim lalu harus menjadi pelajaran penting bagi tim.

“Musim lalu kita hanya terpaut satu poin dan gagal mendapatkan kesempatan untuk langsung masuk playoff. Itu harus menjadi peringatan keras. Pemain harus memahami bahwa setiap pertandingan memiliki arti dan tidak boleh ada lagi pertandingan yang dianggap enteng,” ujarnya.

Terkait komposisi pemain senior dan pemain muda, Owen menegaskan bahwa keberadaan pemain berpengalaman bukan berarti mereka otomatis menjadi pilihan utama dalam pertandingan.

“Di dalam tim ada pemain dari berbagai usia. Tetapi siapa yang bermain tetap menjadi keputusan pelatih. Setiap pemain memiliki peran masing-masing, baik di dalam maupun di luar lapangan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, beberapa pemain senior juga berpotensi memasuki fase akhir kariernya bersama Persipura. Namun, mereka tetap dapat memberikan kontribusi dalam bentuk lain, termasuk kemungkinan masuk ke jajaran manajemen maupun kepelatihan.

“Beberapa pemain mungkin saja menjadikan musim ini sebagai salah satu musim terakhir mereka sebagai pemain Persipura. Tetapi bukan berarti perjalanan mereka selesai. Ke depan mereka bisa saja menjadi bagian dari manajemen atau tim kepelatihan,” katanya.

Owen menyebut musim 2026/2027 sebagai babak baru Persipura. Sebab, selain beberapa pemain senior, mayoritas skuad merupakan generasi baru yang belum pernah merasakan gelar bersama Persipura.

“Ini adalah generasi baru Persipura. Banyak dari mereka belum pernah mendapatkan satu bintang pun. Jadi ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menulis sejarah baru,” ungkapnya.

Dari sisi kepelatihan, Owen menilai kehadiran Alfredo Vera dan jajaran tim pelatih memberikan pendekatan yang berbeda. Ia melihat adanya perkembangan positif dalam permainan Persipura, terutama dari sisi ketenangan dan organisasi permainan.

Menurutnya, filosofi permainan Persipura juga harus tetap dijaga meskipun terjadi pergantian pelatih.

“Itulah pentingnya direktur sepak bola. Siapa pun pelatihnya nanti, DNA Persipura tidak boleh hilang. Persipura memiliki karakter permainan sendiri, dan itu yang harus terus kita pertahankan,” tegas Owen.

Owen juga menaruh perhatian besar terhadap proses regenerasi pemain Papua. Ia menyebut manajemen tidak hanya mempersiapkan tim senior, tetapi mulai membangun jalur pembinaan untuk masa depan, termasuk penjajakan pembentukan tim putri Persipura.

“Kami melihat potensi pemain putri Papua juga sangat besar. Kami sudah melakukan seleksi dan penjajakan kerja sama dengan salah satu SSB di Jawa. Ini bagian dari persiapan jika kompetisi sepak bola putri kembali berjalan secara lebih serius,” jelasnya.

Di sisi lain, Owen memastikan manajemen terus melakukan pembenahan di luar lapangan, termasuk infrastruktur, merchandise, finansial klub, hingga pemenuhan regulasi dan lisensi.
Ia menegaskan Persipura harus menjadi klub yang semakin profesional dan memiliki fondasi finansial yang sehat.

“Target kita bukan hanya untuk satu atau dua musim. Kita ingin membangun Persipura yang bisa berdiri secara profesional, mandiri secara finansial, tetapi tetap memiliki identitas dan DNA Papua,” katanya.

Owen juga berharap dukungan suporter tetap menjadi kekuatan utama Persipura, terutama karena tim harus menjalani pertandingan kandang di luar Jayapura pada awal musim.

“Kami sangat membutuhkan dukungan masyarakat dan suporter. Persipura bukan hanya milik manajemen atau pemain, tetapi milik masyarakat Papua. Kami ingin seluruh elemen berjalan bersama untuk membawa Persipura kembali ke tempat yang seharusnya,” pungkasnya.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *