Turnamen sepak bola antar kampung memperebutkan Piala Wali Kota Jayapura resmi ditutup pada Selasa (17/3/2026) di Stadion Mandala. Dalam laga final, Kampung Injros berhasil keluar sebagai juara setelah menaklukkan Kampung Tobati.
Turnamen ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-116 Kota Jayapura serta HUT Pekabaran Injil di Tanah Tabi. Meski diikuti oleh perwakilan kampung, dari total 14 kampung yang ada, hanya enam kampung yang ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan ke depan partisipasi kampung harus lebih maksimal dan merata.
“Saya berharap ke depan 14 kampung semua harus ikut, minimal 10 kampung adat wajib. Apalagi turnamen ini tidak dipungut biaya pendaftaran, jadi tidak ada alasan untuk tidak berpartisipasi,” ujarnya kepada awak media.
Menurutnya, turnamen ini bukan hanya sekadar ajang pertandingan, tetapi juga memiliki peran penting dalam pembinaan generasi muda, khususnya dalam mengarahkan mereka pada kegiatan positif.
“Anak-anak kampung harus terjun ke dunia sepakbola. Kita akan lihat siapa yang punya bakat dan teknik yang baik untuk direkrut ke tim seperti Persipura atau klub lainnya,” kata Abisai.
Untuk mendorong partisipasi, Pemerintah Kota Jayapura juga telah menyiapkan dukungan, termasuk fasilitas transportasi bagi tim dari kampung-kampung.
“Dinas Perhubungan akan menyiapkan transportasi untuk menjemput klub dari kampung-kampung, sehingga tidak ada kendala biaya. Selain itu, setiap OPD juga diwajibkan berkontribusi menyediakan hadiah guna meningkatkan antusiasme masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap melalui turnamen ini, hubungan antar kampung semakin erat dan mampu memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
“Ikatlah kebersamaan antar kampung. Jangan bermusuhan, tetapi bangun hubungan sebagai saudara untuk menjaga persatuan,” pungkasnya.













