Jayapura, JayaTvPapua.com – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perikanan menggelar Pelatihan Budidaya Kepiting Soka dan Lobster Air Tawar bagi Pembudidaya Orang Asli Papua (OAP) di Kampung Nafri, Distrik Abepura, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang berlangsung selama 12–15 Agustus 2026 ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya usaha perikanan budidaya yang produktif dan bernilai ekonomi tinggi.
Pelatihan diikuti 30 peserta, terdiri dari 15 peserta budidaya kepiting soka dan 15 peserta budidaya lobster air tawar yang berasal dari sejumlah kampung di Kota Jayapura. Materi yang diberikan tidak hanya teori, tetapi juga praktik langsung mengenai teknik budidaya kepiting soka berkualitas dan lobster air tawar bernilai ekonomis.
Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura Matheys Sibi mengatakan, pelatihan tersebut merupakan implementasi nyata dari visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memberdayakan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis pembudidaya Orang Asli Papua, mendorong diversifikasi usaha perikanan, membuka peluang wirausaha baru, serta meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Matheys, selama ini sebagian besar masyarakat pesisir masih bergantung pada usaha penangkapan ikan. Melalui pelatihan ini, pemerintah ingin mendorong masyarakat untuk mengembangkan sektor budidaya yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Ia menjelaskan, peserta pelatihan berasal dari Kampung Nafri, Enggros, Tobati, Skow Yambe, Skow Sae, Koya Barat, dan beberapa kampung lainnya. Seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) melalui DPA Dinas Perikanan Kota Jayapura Tahun Anggaran 2026.
Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari, yang mewakili Wali Kota Jayapura, menegaskan bahwa Kota Jayapura memiliki potensi perikanan yang sangat besar dan perlu dikelola secara serius agar mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
“Kepiting soka dan lobster air tawar merupakan komoditas dengan nilai ekonomi tinggi. Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana membudidayakannya, tetapi juga bagaimana memastikan pasarnya tersedia sehingga usaha masyarakat bisa berkelanjutan,” katanya.
Ia berharap hasil budidaya nantinya dapat terserap oleh hotel, restoran, hingga program pemerintah seperti penyediaan pangan, sehingga terbentuk rantai usaha yang berkesinambungan.
“Pelatihan ini jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemerintah ingin mengawal hingga masyarakat benar-benar mampu memproduksi dalam skala yang lebih besar dan berkelanjutan. Peserta yang sudah mendapat pelatihan juga diharapkan dapat menjadi guru bagi masyarakat lainnya,” tambahnya.
Dengan pelatihan tersebut, Pemerintah Kota Jayapura berharap semakin banyak pembudidaya Orang Asli Papua yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus mampu memanfaatkan potensi sumber daya perikanan lokal sebagai sumber ekonomi baru bagi keluarga dan masyarakat di Kota Jayapura.













