Pemkot Jayapura Bangkitkan UMKM Perikanan, 21 Pelaku Usaha Terima Hibah Peralatan dan Pelatihan Diversifikasi Ikan

Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru menyerahkan bantuan hibah peralatan pengolahan hasil perikanan kepada pelaku usaha mikro dan kecil di Outlet Pengolahan Hasil Perikanan Dinas Perikanan Kota Jayapura (10/8/2026).

Jayapura, JayaTvPapua.com – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perikanan resmi menyerahkan bantuan hibah peralatan pengolahan hasil perikanan kepada 21 pelaku usaha mikro dan kecil, Senin (10/8/2026). Program ini dirangkaikan dengan pelatihan diversifikasi produk olahan ikan bagi masyarakat Kampung Skow Yambe, Skow Sae, dan Pemuda Gereja Port Numbay sebagai upaya memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.

Bantuan hibah diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru yang hadir mewakili Wali Kota Jayapura Abisai Rollo di Outlet Pengolahan Hasil Perikanan Dinas Perikanan Kota Jayapura.

Rustan menegaskan bahwa program hibah ini merupakan bagian dari implementasi visi Pemerintah Kota Jayapura untuk mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor perikanan, sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua.

“Bantuan ini bukan hanya memberikan peralatan, tetapi juga keterampilan. Dengan diversifikasi, ikan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi bisa diolah menjadi abon, bakso ikan, kerupuk, dan berbagai produk lain yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujar Rustan.

Ia menekankan bahwa para penerima bantuan akan mendapatkan pelatihan dari instruktur profesional Kementerian Kelautan dan Perikanan sehingga peralatan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Menurut Rustan, pemerintah juga akan mendorong agar produk olahan ikan lokal dapat menembus pasar modern seperti Indomaret, Alfamidi, Saga, dan jaringan toko lainnya di Kota Jayapura.

“Kalau produknya berkualitas, kemasannya baik, dan pemasarannya tepat, maka pendapatan masyarakat akan meningkat. Inilah tujuan utama program ini, yaitu menggerakkan ekonomi keluarga dan membuka peluang usaha baru,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura Matheys Sibi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk olahan hasil perikanan.

Ia menyebutkan bahwa fasilitas outlet pengolahan hasil perikanan yang digunakan saat ini telah dibangun sekitar 15 tahun lalu, namun sempat rusak akibat banjir dan baru kembali difungsikan setelah proses pembenahan dalam dua tahun terakhir.

“Tempat ini kami harapkan menjadi pusat pelatihan, pengolahan, dan pengembangan usaha perikanan masyarakat Kota Jayapura,” ujar Matheys.

Ia menambahkan, sektor perikanan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Namun banyak pelaku usaha pemula masih terkendala keterbatasan peralatan dan sarana produksi.

Karena itu, pemerintah memberikan paket hibah yang terdiri atas food processor, blender, timbangan digital, kompor, wajan, panci, baskom stainless, dandang, dan berbagai peralatan penunjang lainnya.

Sebanyak 21 penerima manfaat terdiri atas 5 orang dari Kampung Skow Yambe, 5 orang dari Kampung Skow Sae, dan 11 orang dari Pemuda Gereja Port Numbay.

Selain menerima peralatan, seluruh peserta juga mengikuti pelatihan diversifikasi produk olahan hasil perikanan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk.

Pemerintah Kota Jayapura berharap program ini tidak berhenti pada penyerahan bantuan semata, tetapi menjadi awal lahirnya wirausaha baru di sektor perikanan yang mampu bersaing di pasar lokal maupun regional.

Dengan dukungan pelatihan, peralatan, dan pendampingan berkelanjutan, sektor perikanan diharapkan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir dan kawasan perbatasan Kota Jayapura.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *