Jayapura, JayaTvPapua.com – Manajer Persipura Jayapura, Owen Rahadian, akhirnya angkat bicara terkait insiden kericuhan yang terjadi usai laga playoff Liga 2 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe pada Jumat, 8 Mei 2026 lalu.
Dalam keterangannya kepada media official Persipura di salah satu kafe di Jayapura, Minggu (10/5/2026), Owen mengaku sangat menyayangkan insiden tersebut. Ia menegaskan, sepanjang musim ini suporter Persipura dikenal tertib dan selalu menunjukkan dukungan positif kepada tim Mutiara Hitam.
Menurut Owen, pertandingan Persipura selama ini bukan sekadar tontonan sepak bola, melainkan telah menjadi bagian dari hiburan keluarga masyarakat Papua.
“Suporter Persipura selama musim ini sangat luar biasa. Tidak pernah ada kejadian seperti ini. Bahkan banyak dipuji di media sosial karena setelah pertandingan mereka bisa berdansa bersama di luar stadion. Penonton Persipura itu datang bersama keluarga, ada nenek, ibu, anak hingga cucu,” ujar Owen.
Owen juga mengungkapkan, pihak manajemen bersama kepolisian saat ini masih melakukan investigasi terkait kerusuhan tersebut. Ia menduga ada oknum tertentu yang sengaja memanfaatkan momen pertandingan untuk menciptakan kekacauan.
“Kami mendukung penuh proses investigasi kepolisian. Dugaan sementara ada kelompok tertentu yang memanfaatkan situasi ini. Namun detailnya kami menunggu hasil resmi dari pihak berwenang,” katanya.
Meski kecewa karena gagal promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Owen meminta seluruh pendukung Persipura tetap bangga terhadap perjuangan tim musim ini. Ia menilai pencapaian Persipura hingga babak playoff bukanlah hal yang sia-sia.
Ia juga mengapresiasi masyarakat yang secara sukarela datang membersihkan Stadion Lukas Enembe sehari setelah kericuhan terjadi. Momen tersebut, menurutnya, menjadi bukti besarnya rasa cinta masyarakat Papua terhadap stadion kebanggaan mereka.
“Saya sangat terharu melihat masyarakat datang membersihkan stadion. Ada yang dari Waena, Kotaraja hingga berbagai wilayah lain. Ini yang seharusnya menjadi sorotan, bahwa masyarakat Papua punya rasa memiliki terhadap Stadion Lukas Enembe,” ungkapnya.
Owen menambahkan, Stadion Lukas Enembe merupakan salah satu stadion terbaik dan termegah di Indonesia yang menjadi simbol kebanggaan masyarakat Papua.
Terkait evaluasi tim, Owen memastikan manajemen akan segera melakukan pembubaran tim untuk musim ini dan mulai mempersiapkan skuad baru pada awal Juni mendatang. Ia juga membuka peluang bagi jajaran pelatih dan official untuk kembali bersama Persipura musim depan.
Menurutnya, meski gagal promosi, performa Persipura musim ini cukup baik, terutama sejak pergantian pelatih yang berhasil membawa peningkatan signifikan dalam persentase kemenangan tim.
Sementara itu, Owen mengaku khawatir Persipura akan mendapat sanksi dari PSSI akibat kerusuhan tersebut, termasuk kemungkinan larangan penonton yang dinilai akan sangat merugikan klub secara finansial.
Karena itu, ia berharap hasil investigasi nantinya dapat membuktikan bahwa kericuhan bukan murni dilakukan oleh suporter Persipura.
“Kalau memang terbukti ada pihak lain yang menunggangi kejadian ini, kami berharap PSSI bisa mempertimbangkan keputusan yang akan diambil,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Owen menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Papua dan suporter Persipura yang tetap setia mendukung tim sepanjang musim.
“Saya mencintai masyarakat Papua dan seluruh pendukung Persipura. Dukungan dan doa kalian akan menjadi motivasi kami untuk bangkit dan membangun Persipura lebih kuat lagi musim depan,” tutup Owen.













