Jayapura,JayaTvPapua.com. – Polemik pengangkatan tenaga honorer melalui seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II di Kota Jayapura memicu aksi protes dari guru Yayasan. Mereka kecewa karena nama-nama yang sebelumnya dinyatakan lolos tiba-tiba dinonaktifkan dari daftar peserta tes, dan mendatangi Kantor Walikota Jayapura pada Rabu,(27/8/2025).
Franskois Likumahua, Guru SMP YPK Diaspora Kotaraja, menilai guru Yayasan kerap dianaktirikan dalam proses seleksi. Padahal, kesempatan kali ini seharusnya menjadi giliran mereka untuk ikut tes.
“Selama ini kami guru Yayasan selalu dianggap anak tiri. Kami sudah dapat jadwal dan sesi ujian, tinggal menunggu tes. Tapi tiba-tiba nama kami dinonaktifkan. Ini jadi pertanyaan besar bagi kami,” tegas Franskois
Guru Yayasan juga menilai pemerintah daerah tidak konsisten. Mereka mempertanyakan mengapa keputusan awal bisa langsung diambil, namun keputusan lanjutan justru menunggu Wali Kota Jayapura.
Menanggapi aksi tersebut, Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menyatakan bahwa jumlah pelamar jauh melebihi formasi yang tersedia. Dari 2.575 pelamar, hanya 1.270 formasi yang bisa diterima.
“Formasi kita terbatas. Sesuai regulasi, prioritas sebenarnya untuk guru negeri. Tapi karena pendaftaran juga dibuka untuk swasta, jumlahnya membeludak. Aspirasi ini sudah kami tampung, tes sementara ditunda, dan akan kami laporkan ke Wali Kota untuk diputuskan,” jelas Rustan Saru.
Rustan menambahkan, meski nanti tes dilanjutkan, tidak semua pelamar bisa diterima karena keterbatasan formasi. Kondisi ini disebut menjadi dilema, seba masih banyak tenaga honorer di sekolah negeri yang belum diangkat sebagai PPPK, sementara guru Yayasan juga menuntut hak yang sama.
Keputusan final terkait kelanjutan seleksi PPPK tahap II akan diumumkan setelah rapat bersama Wali Kota Jayapura. Guru Yayasan berharap keputusan yang diambil adil dan tidak lagi memposisikan mereka sebagai pihak yang dianaktirikan.