Yanni Apresiasi Lompatan Pariwisata Biak, Puji Terobosan Bupati

Biak – Festival Biak Munara Wampasi 2026 menjadi panggung yang mempertemukan dua gagasan besar tentang pembangunan Papua. Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Yanni, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Biak Numfor yang menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam kesempatan yang sama, ia kembali mengangkat pentingnya pembentukan Provinsi Papua Utara sebagai bagian dari penataan pembangunan Papua.

Yanni menyampaikan apresiasi tersebut usai menghadiri pembukaan Festival Biak Munara Wampasi 2026 yang berlangsung di Biak, Rabu (1/7). Kegiatan itu dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata, unsur TNI-Polri, kepala daerah, pelaku UMKM, serta ribuan masyarakat.

Menurut Yanni, penyelenggaraan festival itu menunjukkan keberanian Pemerintah Kabupaten Biak Numfor mengoptimalkan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi. Biak memiliki kekayaan alam, budaya, sejarah, serta posisi strategis yang layak dikembangkan menjadi destinasi unggulan di kawasan timur Indonesia.

“Terobosan seperti ini patut diapresiasi. Pariwisata menggerakkan UMKM, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan asli daerah. Kabupaten Biak beruntung memiliki bupati yang mampu membaca potensi daerah dan berani menerjemahkannya menjadi agenda pembangunan,” ujar Yanni.

Ia menilai kepemimpinan Bupati Markus Octovianus Mansnembra telah memberikan arah yang jelas bagi pembangunan sektor pariwisata. Festival yang berlangsung hingga 7 Juli itu dinilai menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan potensi Biak kepada wisatawan maupun investor.

Wacana Provinsi Papua Utara

Yanni juga menyinggung peluang terbentuknya Provinsi Papua Utara sebagai bagian dari penataan pemerintahan di Tanah Papua.

Menurutnya, gagasan tersebut memiliki landasan yang kuat. Selama hampir 20 tahun menjadi anggota DPR Papua, ia terlibat dalam berbagai pembahasan pemekaran yang sejak awal mengacu pada pembagian tujuh wilayah adat Papua.

“Konsep tujuh wilayah adat bukan gagasan yang baru muncul hari ini. Itu sudah menjadi dasar pembahasan pemekaran Papua sejak lama. Jadi, apabila Papua Utara terbentuk, langkah itu merupakan bagian dari penataan pemerintahan yang selaras dengan struktur sosial dan kultural masyarakat adat Papua,” kata Yanni.

Ia menjelaskan, pembentukan daerah otonom baru pada prinsipnya bertujuan mendekatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan, serta memberi ruang yang lebih luas bagi daerah untuk mengelola potensi ekonominya sesuai karakter wilayah.

Yanni menilai, langkah Pemerintah Kabupaten Biak Numfor mengembangkan sektor pariwisata menjadi contoh bahwa Papua memiliki sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Menurutnya, potensi tersebut membutuhkan dukungan kebijakan yang mampu mempercepat pelayanan, memperkuat investasi, dan menciptakan iklim pembangunan yang lebih efektif.

“Papua memiliki kekayaan yang luar biasa. Potensi itu harus dikelola melalui tata pemerintahan yang tepat agar benar-benar menjadi sumber kesejahteraan masyarakat. Pariwisata adalah salah satu jalannya, sementara penataan wilayah menjadi instrumen untuk mempercepat hasil yang ingin dicapai,” ujar Yanni.

Festival Biak Munara Wampasi sendiri merupakan agenda tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan ke-14. Tahun ini festival berlangsung pada 1–7 Juli 2026 dan menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN), program unggulan Kementerian Pariwisata yang menghimpun berbagai event wisata terbaik di Indonesia.

Selama sepekan, festival menghadirkan 12 agenda yang memadukan wisata bahari, pameran ekonomi kreatif, serta pertunjukan budaya khas Biak. Sejumlah tradisi leluhur turut ditampilkan, di antaranya Snap Mor, tradisi menangkap ikan secara tradisional, dan Apen Bayeren, atraksi berjalan di atas batu panas yang menjadi salah satu ikon budaya masyarakat Biak. Kehadiran festival ini sekaligus mempertegas posisi Biak sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Papua.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *