Gerakan SI SALI Diluncurkan, Papua Perkuat Kolaborasi Kejar Target Imunisasi Anak 95 Persen

Dinas Kesehatan Provinsi Papua bersama UNICEF meluncurkan Gerakan SI SALI (Semua Ikut Selamatkan Anak, Lengkapi Imunisasi) sebagai upaya mempercepat cakupan imunisasi anak hingga mencapai target 95 persen melalui kolaborasi lintas sektor di Papua (26/6/2026).

Jayapura, JayaTvPapua.com – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kesehatan Provinsi Papua memperkuat komitmen meningkatkan cakupan imunisasi anak dengan membentuk Gerakan SI SALI (Semua Ikut Selamatkan Anak, Lengkapi Imunisasi). Gerakan ini menjadi langkah kolaboratif lintas sektor untuk mempercepat pelayanan imunisasi hingga menjangkau seluruh anak di Papua.

Pertemuan koordinasi yang didukung UNICEF Papua tersebut berlangsung di Horison Kotaraja, Jumat (26/6/2026), dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna menyusun strategi percepatan imunisasi di wilayah Papua.

Mewakili Penjabat Gubernur Papua, Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan, Dr. Drs. Mathias B. Mano, S.Par., M.Kp, menegaskan bahwa imunisasi merupakan hak dasar setiap anak sekaligus investasi penting bagi masa depan Papua.

“Memperjuangkan kesehatan anak Papua adalah panggilan moral. Masih banyak anak yang belum memperoleh imunisasi dasar. Padahal berbagai penyakit berbahaya dapat dicegah melalui imunisasi. Tantangan kita bukan hanya akses layanan kesehatan, tetapi juga edukasi dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap vaksin,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Beeri Wopari, mengungkapkan bahwa cakupan imunisasi di Papua terus mengalami peningkatan sejak 2023. Namun hingga kini masih berada di kisaran 75 persen, jauh dari target nasional sebesar 95 persen.

Menurutnya, kondisi geografis Papua yang sulit dijangkau serta masih adanya keraguan sebagian masyarakat terhadap vaksin menjadi tantangan utama dalam pemerataan layanan imunisasi.

“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung percepatan imunisasi. Upaya ini sangat penting untuk melindungi generasi Papua dari berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi,” jelas Beeri.

Berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), cakupan imunisasi minimal 95 persen diperlukan untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity), sehingga mampu menekan risiko terjadinya wabah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Melalui Gerakan SI SALI, Pemerintah Provinsi Papua berharap kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh adat, dunia pendidikan, dan masyarakat dapat mempercepat tercapainya target imunisasi, sehingga seluruh anak Papua memperoleh hak yang sama untuk tumbuh sehat, cerdas, dan terlindungi dari penyakit.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *