Kolaborasi BKKBN dan BRI Peduli Hadirkan Jamban Sehat untuk Keluarga Berisiko Stunting di Papua

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, didampingi BKKBN Papua dan BRI Peduli, meletakkan batu pertama rehabilitasi jamban sehat bagi keluarga berisiko stunting di Kampung Tiba-Tiba, Distrik Abepura, Kota Jayapura (26/6/2026)

Jayapura, JayaTVPapua.com – Upaya pencegahan stunting di Papua terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama BRI Peduli menyalurkan bantuan rehabilitasi jamban sehat bagi keluarga berisiko stunting melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, didampingi jajaran BKKBN Provinsi Papua dan perwakilan BRI di Kampung Tiba-Tiba, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Jumat (26/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wament secara simbolis meletakkan batu pertama pembangunan rehabilitasi jamban sehat,Perwakilan BRI Jayapura,dan Perwakilan Pemerintah Provinsi Papua, serta menyerahkan bantuan paket sembako kepada tiga keluarga penerima manfaat yang masuk dalam kategori keluarga berisiko stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Ratu Ayu Isyana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang diperingati setiap 29 Juni.

Menurutnya, pencegahan stunting tidak cukup hanya melalui pemenuhan gizi, tetapi juga harus didukung sanitasi yang layak, akses air bersih, serta edukasi pola asuh yang benar.

“Rehab jamban menjadi bagian penting karena lingkungan yang sehat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Pencegahan stunting harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari gizi, sanitasi, hingga edukasi kepada keluarga,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga fasilitas sanitasi yang telah dibangun dan menggunakannya sesuai fungsi, bukan sebagai tempat pembuangan sampah.

Selain itu, Wament mengajak berbagai pihak untuk ikut berpartisipasi dalam Program GENTING sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga berisiko stunting. Melalui program tersebut, bantuan dari masyarakat maupun dunia usaha dapat disalurkan secara tepat sasaran berdasarkan data keluarga yang dimiliki BKKBN.

Mengusung tema Harganas tahun ini, “Ayah Wajib Hadir”, Wament menegaskan bahwa peran ayah sangat penting dalam pengasuhan anak, mulai dari mendampingi ibu hamil dan menyusui hingga memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi.

Menurutnya, keterlibatan ayah akan menciptakan lingkungan keluarga yang lebih harmonis sehingga mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif, pemenuhan gizi, dan tumbuh kembang anak yang optimal.

Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, BKKBN berharap angka stunting di Papua dapat terus ditekan sekaligus melahirkan generasi yang sehat, berkualitas, dan mampu menjadi sumber daya manusia unggul di masa depan.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *