Jayapura, JayaTvPapua.com – Musyawarah Daerah (Musda) I Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DPD Provinsi Papua resmi digelar, Senin (20/4/2026), di salah satu hotel di Abepura, Kota Jayapura. Kegiatan ini mengusung tema “Nelayan Sejahtera, Negara Kuat” dengan subtema “Dengan Musyawarah Daerah I, Kita Wujudkan Papua sebagai Kawasan Maritim yang Mandiri dan Sejahtera Melalui Pemberdayaan Nelayan Tradisional Pesisir dan Pulau.”
Musda dibuka oleh Gubernur Papua yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa, yang juga menjabat Ketua DPC HNSI Papua Selatan, Sekretaris Jenderal HNSI Pusat Lydia Assegaf, serta para pengurus HNSI dari 8 kabupaten dan 1 kota di Papua.
Ketua panitia pelaksana, Danny Tamboto, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Musda I HNSI Papua dapat terlaksana berkat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Papua, baik secara material maupun finansial. Selain itu, dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk pengurus HNSI dan manajemen hotel yang menyediakan fasilitas kegiatan.
“Musyawarah daerah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat organisasi serta menentukan arah kebijakan HNSI ke depan, khususnya dalam memperjuangkan kesejahteraan nelayan di Papua,” ujarnya.
Danny juga menambahkan, kegiatan ini diikuti oleh seluruh perwakilan pengurus daerah sebagai peserta Musda, sekaligus menjadi ajang konsolidasi organisasi dalam memilih kepemimpinan baru DPD HNSI Papua periode 2026.
Sementara itu, Pj Sekda Papua Christian Sohilait menegaskan bahwa sektor kelautan kini menjadi salah satu potensi unggulan di tengah efisiensi anggaran yang terjadi secara nasional. Menurutnya, Papua memiliki kekayaan laut yang besar dan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat.
“Ketika efisiensi anggaran terjadi, maka sektor kelautan menjadi primadona baru di Papua. Kehadiran HNSI diharapkan menjadi wadah yang mampu menghimpun dan membantu nelayan dalam menghadapi berbagai persoalan,” kata Sohilait.
Ia juga menekankan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor kelautan, yang terlihat dari perhatian khusus pemerintah terhadap pengembangan potensi maritim di Papua.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal HNSI Pusat Lydia Assegaf berharap Musda ini dapat menjadi langkah awal dalam menjadikan HNSI sebagai “rumah besar” bagi seluruh nelayan di Papua.
“HNSI harus menjadi wadah yang mampu menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan nelayan, sehingga program yang ada benar-benar tepat sasaran dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ungkapnya.
Lydia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh stakeholder perikanan. Ia menilai masih banyak persoalan nelayan yang belum sepenuhnya terselesaikan, sehingga diperlukan peran aktif organisasi dalam mengurai dan mencari solusi.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya sektor pendidikan sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia nelayan di masa depan.
Melalui Musda I ini, diharapkan lahir kepengurusan baru yang mampu membawa HNSI Papua menjadi organisasi yang kuat, responsif, dan benar-benar menjadi tempat bernaung serta menyuarakan aspirasi para nelayan di Tanah Papua.












