Waropen, JayaTvPapua.com – Pasca aksi pemalangan dan bentrokan yang dipicu sengketa hak ulayat tanah adat di kawasan Batu Zaman, Bupati Waropen Fransiskus Xaverius Mote akhirnya turun langsung menemui keluarga besar Watopa di Kampung Paradoi, Minggu (17/5/2026).
Kehadiran Bupati bersama jajaran pemerintah daerah dilakukan sebagai langkah meredam ketegangan sekaligus membuka ruang penyelesaian damai antara keluarga besar Watopa dan Wonatorei yang selama ini berselisih terkait hak ulayat tanah adat.
Usai melaksanakan ibadah Minggu pagi di Jemaat GBGP Silo Paradoi, Bupati Waropen langsung menghadiri pertemuan bersama masyarakat adat dan tokoh keluarga besar Watopa.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati turut didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Waropen, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Waropen, Perwira Penghubung, serta Bhabinkamtibmas Kampung Paradoi dari Polres Waropen.
Di hadapan masyarakat adat, Fransiskus Xaverius Mote menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat serta berkewajiban menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif di Kabupaten Waropen.
Bupati juga memastikan proses penyelesaian sengketa adat antara keluarga besar Watopa dan Wonatorei akan kembali dilanjutkan melalui pertemuan resmi yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei 2026 di Kantor Polres Waropen, Waren.
“Sebagai pemerintah kami hadir untuk menjaga dan mengayomi masyarakat. Saya berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan damai,” ujar Bupati Waropen.
Sementara itu, Kepala Suku atau Sera Watopa, Paulus Seruma, menyampaikan bahwa keluarga besar Watopa secara resmi telah membuka kembali palang yang sebelumnya dipasang di sejumlah kantor pemerintahan di kawasan Batu Zaman.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap upaya mediasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama aparat keamanan demi menjaga stabilitas daerah.
“Dengan resmi hari ini palang dibuka agar pembangunan dan aktivitas pemerintahan dapat berjalan baik,” kata Paulus Seruma.
Meski pemalangan telah dibuka, proses penyelesaian sengketa hak ulayat tanah adat dipastikan tetap berlanjut melalui forum mediasi yang akan digelar dalam pekan ini.
Masyarakat berharap pertemuan tersebut mampu menghasilkan keputusan yang adil bagi kedua belah pihak serta mengakhiri konflik berkepanjangan yang selama ini terjadi di Kabupaten Waropen.













