Jayapura – Berlanjutnya kebijakan efisiensi anggaran hingga tahun 2026 memberikan pukulan telak bagi industri perhotelan, khususnya hotel yang selama ini bergantung pada segmen pemerintahan. Hotel Horison Kotaraja menjadi salah satu yang terdampak signifikan. General Manager Hotel Horison Kotaraja, Pandan Setiadi, mengungkapkan strategi baru untuk bertahan: beralih dari sekadar menunggu tamu menjadi aktif menjemput bola ke segmen korporasi dan individu.
Dalam wawancara eksklusif, Pandan Setiadi mengakui bahwa sumber pendapatan dari pemerintah, yang selama ini menjadi andalan utama, mengalami penurunan drastis sejak awal tahun.
“Horison Kotaraja ini benar-benar banyak dapat dari pemerintah, baik dari provinsi-provinsi maupun kota. Nah, dari awal tahun ini sangat berkurang jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Ini yang membuat kami berpikir keras bagaimana caranya mencari di luar segmen pemerintahan, yaitu ke perusahaan dan individual,” ujar Pandan.
Tak ingin berpangku tangan, ia langsung menginstruksikan timnya untuk bergerak agresif. Strategi direct selling dilakukan dengan mendatangi satu per satu perusahaan yang ada di Kota Jayapura. Ekspansi bahkan merambah hingga ke luar kota.
“Kami coba datang ke perusahaan-perusahaan di sekitar Horison Kotaraja, di wilayah Kota Jayapura. Kemarin kami sempat ke Nabire, ke Timika, untuk mencari segmen lain. Jadi kami tidak nunggu, kami cari bola,” tegasnya.
Meski hasilnya belum maksimal, Pandan menyebut upaya ini mulai membuahkan hasil. “Setidaknya ada perubahan. Marketnya mulai terbentuk, selain dari pemerintahan, dari perusahaan sudah mulai masuk,” imbuhnya.
Untuk menyasar segmen individual, Horison Kotaraja juga menggencarkan promosi di restoran andalannya, Santan. Berbagai menu baru, harga spesial, dan diskon diluncurkan. Hotel ini juga aktif menggelar event komunitas seperti Zumba dan Yoga Aquatic untuk menciptakan daya tarik bagi masyarakat lokal.
Dampak efisiensi ini tercermin dari data okupansi. Pandan membeberkan, jika di tahun-tahun sebelumnya angka okupansi month-to-date bisa menyentuh 70%, kini merosot di kisaran 50% sampai 55%. “Agak jauh berkurang,” katanya.
Dengan kondisi ini, pihaknya pun menyesuaikan target akhir tahun. Pandan memproyeksikan target akan berkurang sekitar 10-12 persen. “Target kami untuk akhir tahun ini bisa setidaknya capai 90 persen dari target yang kita tentukan,” ungkapnya optimistis.
Efisiensi juga berimbas pada jumlah karyawan yang kini menyusut dari 70 orang menjadi 54 orang.
Di tengah situasi penuh tantangan, Hotel Horison Kotaraja justru memilih merayakan ulang tahunnya yang ke-7 dengan kemeriahan bertema “Koboi”. Pandan Setiadi menjelaskan, perayaan ini bukan sekadar selebrasi, melainkan bagian dari strategi internal untuk membakar semangat tim.
“Konsepnya kami usung tema koboi, karena setiap tahun kami adakan tema ulang tahun beragam. Tujuannya adalah membangkitkan semangat karyawan, mengingatkan target yang harus dicapai, dan sebagai apresiasi. Kami ingin owner bisa melihat semangat teman-teman di lapangan untuk bekerja, mengingatkan kembali pentingnya pelayanan dan service terbaik kepada tamu,” tutup Pandan.
Dengan pendekatan ofensif ala “koboi” yang berani dan pantang menyerah, Pandan Setiadi berharap Hotel Horison Kotaraja mampu melewati badai efisiensi dan tetap bersaing di tengah ketatnya persaingan industri perhotelan di Papua.













