Jayapura – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua kembali melakukan penguatan tata kelola kelembagaan melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 44 pejabat pengawas di lingkungan Kanwil Kemenag Papua.
Pelantikan yang berlangsung di Hotel Horison Kotaraja, Rabu (13/05/2026), dipimpin langsung Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda mutasi dan promosi jabatan terbesar di lingkungan Kanwil Kemenag Papua dalam beberapa tahun terakhir. Dari total 45 pejabat pengawas yang dijadwalkan mengikuti pelantikan, satu pegawai mengundurkan diri sehingga sebanyak 44 pejabat resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya.
Pelantikan turut dihadiri para pejabat administrator Kanwil Kemenag Papua, kepala kantor Kemenag kabupaten/kota se-Papua, tim Kepegawaian dan Hukum Kanwil Kemenag Papua, serta mantan Kakanwil Kemenag Papua periode 2018-2023, Amsal Yowei.
Mutasi dan promosi jabatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: Kw.26.1.2/KP.07.6/645/2026 hingga Nomor: Kw.26.1.2/KP.07.6/690/2026 tentang Pengangkatan Pejabat Pengawas di Lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Papua.
Dalam amanatnya, Klemens Taran menegaskan seluruh pejabat yang telah dilantik wajib segera melaksanakan tugas di tempat penugasan baru tanpa menunda waktu.
“Setelah pelantikan ini, saya meminta Bapak-Ibu langsung kembali ke tempat tugas masing-masing, segera melapor diri, dan mulai bekerja. Tidak ada lagi yang berputar-putar di tempat lama karena tanggung jawab pelayanan harus segera berjalan,” tegasnya.
Menurut Klemens, perpindahan jabatan bukan sekadar proses administratif, melainkan bagian dari strategi organisasi untuk memperkuat pelayanan keagamaan dan tata kelola birokrasi di wilayah Papua.
Ia juga meminta para pejabat segera melakukan koordinasi internal, khususnya terkait percepatan program kerja, pelayanan masyarakat, penyerapan anggaran, hingga penyelesaian laporan semester pertama Tahun Anggaran 2026.
“Kita sudah berada di penghujung semester pertama. Karena itu, pejabat yang baru dilantik harus segera melakukan konsolidasi agar program dan pelaporan berjalan optimal,” ujarnya.
Klemens turut menegaskan bahwa seluruh proses mutasi dan promosi dilakukan secara objektif melalui mekanisme Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), bukan karena kedekatan pribadi ataupun intervensi pihak tertentu.
Ia juga mengingatkan bahwa ASN Kementerian Agama harus memiliki kesiapan untuk ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil di Papua dan wilayah daerah otonom baru (DOB).
“Begitu menerima SK, langsung melaksanakan tugas. Tidak ada lagi yang datang berdiskusi atau meminta peninjauan kembali. ASN Kementerian Agama harus siap ditempatkan di mana saja selama masih ada bendera Merah Putih berkibar,” katanya.
Menurutnya, budaya lama yang membuat pegawai bertahan terlalu lama di satu tempat harus diubah demi menciptakan pemerataan pengalaman dan kaderisasi kepemimpinan di lingkungan Kementerian Agama.
Klemens menambahkan, promosi, mutasi, hingga demosi jabatan akan tetap dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja pegawai.
“Kalau dalam beberapa bulan tidak ada kinerja, tentu akan dievaluasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mutasi kali ini juga menjadi bagian dari persiapan kebutuhan sumber daya manusia untuk pembentukan struktur Kementerian Agama di tiga daerah otonom baru, yakni Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan.
Menurut Klemens, Papua Tengah telah memasuki tahapan pembentukan struktur, sementara Papua Selatan dan Papua Pegunungan akan menyusul dalam waktu mendatang sehingga penataan SDM harus dilakukan sejak sekarang.
“Kita sedang mempersiapkan SDM terbaik untuk kebutuhan struktur baru di tiga DOB. Karena itu pejabat dengan golongan III/c dan III/d mulai dipersiapkan untuk menduduki jabatan strategis,” jelasnya.
Ia mengungkapkan kebutuhan pejabat struktural di wilayah DOB nantinya akan sangat besar sehingga proses kaderisasi harus dipersiapkan lebih awal agar tidak terjadi kekurangan SDM.
Selain itu, Klemens juga memastikan pengisian jabatan yang masih kosong akan terus dilakukan dalam beberapa minggu ke depan demi memastikan seluruh struktur organisasi berjalan optimal.
“Rata-rata yang dilantik hari ini merupakan wajah-wajah muda. Kita berharap mereka membawa semangat baru, inovasi baru, dan mampu memperkuat pelayanan Kemenag sampai ke daerah pemekaran,” pungkasnya.













