Halmahera Utara, 24 Agustus 2026 – Upaya menjaga ekosistem laut membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Hal tersebut diwujudkan melalui program transplantasi terumbu karang di perairan sekitar Pantai Wauwo, Desa Mamuya, Kabupaten Halmahera Utara.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIP MPA tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Halmahera bersama Walking Shark Diving Club.
Kolaborasi tersebut menghasilkan penanaman 450 fragmen karang pada kawasan yang telah mengalami degradasi. Sebelum proses penanaman, tim terlebih dahulu melakukan survei untuk menentukan lokasi yang sesuai.
Hasil survei menemukan adanya patahan karang yang telah mati serta rubble atau pecahan karang yang menjadi indikasi kerusakan terumbu. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan kawasan Pantai Wauwo sebagai lokasi rehabilitasi.
General Manager PLN UIP MPA, Raja Muda Siregar menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai pihak menjadi salah satu kunci penting dalam keberhasilan program pelestarian lingkungan.
“Konservasi lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat. Karena itu, kami sangat mengapresiasi keterlibatan Universitas Halmahera dan Walking Shark Diving Club dalam kegiatan ini. Kolaborasi seperti inilah yang ingin terus kami dorong melalui program PLN Peduli,” kata Raja Muda.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa juga memiliki nilai strategis karena generasi muda merupakan bagian penting dalam keberlanjutan upaya konservasi.
“Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman di lapangan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi. Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan kepedulian yang lebih kuat terhadap lingkungan dan menjadi bekal untuk melahirkan lebih banyak inisiatif konservasi di masa depan,” ujarnya.
Kegiatan transplantasi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari survei lokasi, penyiapan rak transplantasi, pengambilan bibit, penanaman, hingga monitoring dan perawatan.
Bagi ekosistem laut, terumbu karang memiliki fungsi yang sangat penting. Pertumbuhan karang dapat menyediakan habitat bagi ikan, bentos dan berbagai organisme laut lainnya. Ekosistem tersebut juga berperan dalam menjaga produktivitas perairan dan melindungi wilayah pesisir.
Di sisi lain, kawasan terumbu karang yang semakin baik dapat memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat. Selain mendukung sumber daya perikanan, kawasan tersebut berpotensi dikembangkan sebagai lokasi wisata bahari melalui aktivitas diving maupun snorkeling.
Raja Muda menambahkan, program TJSL PLN diarahkan agar memberikan manfaat yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu menciptakan dampak berkelanjutan.
“Kami ingin setiap program PLN Peduli memiliki keberlanjutan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Untuk program terumbu karang ini, keberhasilannya bukan hanya diukur dari berapa banyak fragmen yang ditanam, tetapi dari bagaimana fragmen tersebut dapat tumbuh, dirawat, dan pada akhirnya memberikan manfaat ekologis maupun sosial bagi masyarakat Desa Mamuya,” jelasnya.
Melalui kolaborasi tersebut, transplantasi terumbu karang di Pantai Wauwo diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun gerakan bersama untuk menjaga ekosistem laut sekaligus memperkuat potensi sumber daya pesisir Desa Mamuya.
Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari upaya membangun masa depan Indonesia yang berkelanjutan.












