Penanganan Korban Dugaan Keracunan MBG di Depapre Berangsur Terkendali, Dinkes Papua Pastikan Tak Ada Kasus Kritis

Jayapura – Situasi penanganan ratusan korban dugaan keracunan makanan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, mulai menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Memasuki hari ketiga setelah insiden terjadi, jumlah pasien yang datang untuk mendapatkan perawatan terus berkurang, sementara kondisi korban yang masih dirawat dilaporkan semakin stabil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri Wopari, menyampaikan bahwa hasil pemantauan tim kesehatan memperlihatkan tren penurunan kasus baru. Dibandingkan dua hari pertama pascakejadian, lonjakan pasien sudah tidak lagi terjadi.

“Hingga siang ini belum ada laporan tambahan pasien baru. Kondisi ini menunjukkan situasi mulai terkendali dan sebagian besar pasien yang masih menjalani perawatan terus mengalami perbaikan,” kata dr. Beeri Wopari saat memberikan keterangan di RSUD Yowari, Kabupaten Jayapura, Kamis (6/8/2026).

Data Dinas Kesehatan mencatat total warga yang terdampak mencapai sekitar 527 orang. Jumlah tersebut mencakup pasien yang mendapatkan pelayanan rawat jalan maupun mereka yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Kelompok usia sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) menjadi kelompok yang paling banyak terdampak. Selain para pelajar, sejumlah anggota keluarga juga mengalami keluhan serupa setelah mengonsumsi makanan yang dibawa pulang ke rumah.

Meski jumlah korban cukup banyak, pemerintah memastikan tidak ada pasien yang berada dalam kondisi mengancam jiwa. Beberapa korban sempat membutuhkan penanganan medis lebih intensif akibat mengalami kejang perut yang diduga dipicu makanan yang terkontaminasi. Namun, seluruh pasien tersebut kini dilaporkan berada dalam kondisi yang jauh lebih baik.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua bersama fasilitas pelayanan kesehatan masih terus melakukan pemantauan terhadap pasien hingga dinyatakan pulih. Di sisi lain, proses penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan makanan tersebut juga terus dilakukan sebagai bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Pemerintah berharap kondisi seluruh korban segera pulih sepenuhnya dan masyarakat tetap mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh instansi kesehatan terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *