PPIR Didorong Jadi Pabrik Pemimpin Papua, Yanni Tekankan Regenerasi Sejak Dini

JAYAPURA – Ketua DPD Partai Gerindra Papua, Yanni, meminta Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) Papua tidak hanya menjadi organisasi yang aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi juga berperan sebagai pusat kaderisasi yang mampu melahirkan generasi pemimpin Papua masa depan.

‎Pesan tersebut disampaikan Yanni saat melakukan konsolidasi bersama jajaran pengurus PPIR Papua pasca pengukuhan kepengurusan di Jayapura, Kamis (4/6/2026).

‎Menurut Yanni, keberhasilan sebuah organisasi tidak ditentukan oleh meriahnya pelantikan atau banyaknya agenda yang dilaksanakan, melainkan dari kemampuan mencetak kader-kader berkualitas yang siap mengabdi dan memimpin masyarakat.

‎“Jangan berhenti pada pelantikan. Organisasi harus melahirkan karya, melahirkan kader, dan melahirkan pengabdian yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

‎Yanni menilai Papua membutuhkan lebih banyak pemimpin yang lahir dari proses panjang pengabdian, memahami kebutuhan rakyat secara langsung, memiliki integritas, serta terbiasa bekerja dalam disiplin organisasi.

‎Karena itu, ia meminta PPIR mulai melakukan pemetaan terhadap kader-kader potensial sejak dini sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan yang terencana dan berkelanjutan.

‎Menurutnya, banyak organisasi gagal menyiapkan generasi penerus karena terlalu fokus pada agenda jangka pendek. Akibatnya, ketika momentum politik datang, daerah sering mengalami kekurangan figur yang benar-benar siap memimpin.

‎“Kalau ada kader yang baik, yang sudah bekerja dan teruji di tengah masyarakat, siapkan mereka. Dari sekarang harus sudah terlihat siapa yang kelak siap menjadi anggota DPR maupun DPRD, siapa yang siap memimpin daerah, dan siapa yang siap memikul tanggung jawab yang lebih besar,” ujarnya.

‎Yanni menegaskan bahwa kepemimpinan tidak dapat dibangun secara instan. Seorang pemimpin membutuhkan proses pembelajaran, pengalaman, serta pembentukan karakter yang panjang sebelum dipercaya memegang amanah publik.

‎Ia juga mengingatkan bahwa para purnawirawan memiliki modal pengalaman yang sangat berharga untuk diwariskan kepada generasi muda. Nilai-nilai disiplin, loyalitas, pengabdian, dan kecintaan terhadap bangsa harus terus ditanamkan sebagai fondasi kepemimpinan masa depan.

‎“Seragam boleh dilepas, masa tugas boleh berakhir, tetapi pengabdian kepada bangsa tidak pernah selesai,” kata Yanni.

‎Selain mendorong kaderisasi, Yanni menyatakan komitmennya untuk memperkuat kelembagaan PPIR Papua. Gerindra Papua, kata dia, akan mendukung pengembangan organisasi, termasuk penyediaan fasilitas sekretariat sebagai pusat koordinasi, pembinaan kader, dan pengembangan program-program pengabdian masyarakat.

‎Di tengah tantangan pembangunan Papua yang semakin kompleks, Yanni menilai kualitas sumber daya manusia akan menjadi faktor penentu masa depan daerah. Persaingan di masa mendatang, menurutnya, tidak lagi bergantung pada besarnya sumber daya alam yang dimiliki, melainkan pada kemampuan menyiapkan manusia-manusia terbaik untuk memimpin perubahan.

‎“Dalam politik, jabatan bisa dicari dalam hitungan bulan. Pemimpin tidak. Pemimpin dibentuk melalui proses yang panjang. Karena itu kaderisasi adalah investasi paling berharga yang bisa diwariskan kepada Papua,” pungkasnya.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *