Reses DPD RI di Papua, Lalita Fokus Pastikan Pengawasan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Warga sebagai Prioritas.

JAYAPURA – Masa reses dimanfaatkan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Papua, Lalita, S.H., M.H., untuk memastikan program ketahanan pangan pemerintah berjalan efektif di Tanah Papua. Salah satu agenda yang dilakukan adalah mengunjungi Kantor Wilayah Perum Bulog Papua di Kota Jayapura guna melihat langsung kondisi cadangan beras pemerintah serta proses penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.
‎
‎Dalam kunjungan tersebut, Lalita meninjau gudang penyimpanan Bulog sekaligus berdialog dengan jajaran manajemen mengenai ketersediaan stok beras dan mekanisme distribusinya. Dari hasil pemantauan, ia memastikan persediaan beras yang dikelola Bulog Papua masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
‎
‎Selain menjalankan fungsi pengawasan, kunjungan itu juga dirangkaikan dengan penyerahan sisa alokasi bantuan beras sebanyak 1,5 ton yang akan disalurkan kepada warga kurang mampu di Kota Jayapura dan wilayah sekitarnya. Penyaluran tersebut melengkapi distribusi sebelumnya sebanyak 1,6 ton yang telah diberikan kepada masyarakat di Kabupaten Biak Numfor dan Supiori.
‎
‎Dengan demikian, total bantuan beras yang dialokasikan selama kegiatan reses mencapai 3,1 ton dan seluruhnya dipastikan tersalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.
‎
‎Lalita menegaskan, setiap bantuan yang disalurkan harus benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Karena itu, proses pendataan penerima dilakukan secara cermat agar tidak terjadi kesalahan sasaran.
‎
‎Menurutnya, sebagai anggota Komite II DPD RI, pengawasan terhadap sektor pangan menjadi bagian dari tanggung jawab konstitusional. Tidak hanya memastikan ketersediaan stok, tetapi juga mengawal distribusi bahan pokok agar tetap lancar dan memantau perkembangan harga di tengah masyarakat.
‎
‎Terkait kenaikan harga beras yang terjadi di sejumlah daerah, Lalita menilai kondisi tersebut bukan disebabkan oleh terbatasnya stok Cadangan Pangan Pemerintah. Ia menyebut persediaan beras Bulog masih aman, sementara gejolak harga diduga dipengaruhi faktor distribusi maupun praktik penimbunan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
‎
‎Sementara itu, Kepala Kanwil Perum Bulog Papua, Ahmad Mustari, menjelaskan bahwa bantuan beras yang disalurkan merupakan alokasi resmi dari Bulog Pusat kepada anggota DPD RI dalam rangka pelaksanaan kegiatan reses.
‎
‎Ia mengatakan, Bulog bertugas menyiapkan komoditas sesuai penugasan pemerintah, sedangkan proses penyaluran kepada masyarakat dilakukan oleh tim dari anggota DPD RI.
‎
‎Di luar isu ketahanan pangan, Lalita menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua melalui berbagai program pemberdayaan. Mulai dari dukungan terhadap sektor pertanian, peningkatan kualitas pendidikan, hingga perluasan akses layanan kesehatan.
‎
‎Ia berharap kekayaan sumber daya alam Papua dapat diimbangi dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, sehingga tidak ada lagi warga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan maupun memperoleh pendidikan dan layanan kesehatan yang layak.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *