Ricuh di Stadion Lukas Enembe Usai Persipura Gagal Promosi, Komnas HAM Soroti Dugaan Pemicu dan Pengamanan

Komnas HAM Papua Sesalkan Kerusuhan, Sebut Ada Kerugian Material dan Evaluasi Penyelenggaraan Pertandingan (9/52026).

Jayapura, JayaTvPapua.com – Harapan besar Persipura Jayapura untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia harus pupus di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026). Kekalahan tipis 0-1 dari Adhyaksa FC pada laga playoff Championship Liga 2 memicu kekecewaan mendalam ribuan suporter yang berujung ricuh usai pertandingan.

Kerusuhan terjadi di sejumlah titik area stadion. Massa suporter yang kecewa melampiaskan emosi dengan merusak fasilitas stadion hingga kendaraan yang berada di sekitar lokasi pertandingan.

Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, menyampaikan penyesalannya atas insiden tersebut. Menurutnya, pihak Komnas HAM sebelumnya telah mengingatkan adanya potensi kerawanan dalam laga playoff tersebut.

Frits mengatakan, pihaknya datang langsung ke Stadion Lukas Enembe untuk melakukan pemantauan terhadap dampak kerusuhan, termasuk kerusakan fasilitas publik dan proses pengamanan oleh aparat kepolisian.

“Persipura memang tidak memiliki sejarah panjang terkait aksi rasis, namun pernah mengalami insiden serupa pada 2013 dan kini kembali terjadi dalam momentum penting pertandingan,” ujarnya.

Komnas HAM juga menilai perlu ada evaluasi terhadap penyelenggara pertandingan, operator liga, hingga proses pemberian izin keamanan. Menurutnya, semua pihak yang terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan pertandingan harus dimintai keterangan guna mengetahui faktor pemicu utama kerusuhan.

Selain faktor kekalahan Persipura, Komnas HAM juga akan menelusuri kemungkinan adanya unsur lain yang memicu emosi suporter di stadion.

Dalam pemantauan awal, Komnas HAM mencatat adanya kerugian material berupa puluhan kendaraan rusak, terdiri dari sekitar 20 mobil dan 10 sepeda motor, serta sejumlah ruangan di area stadion yang mengalami kerusakan.

Meski demikian, Frits memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang dinilai cukup berhati-hati dalam mengendalikan massa. Komnas HAM menemukan adanya penggunaan tabung gas air mata di lokasi, namun menilai tindakan aparat dilakukan untuk mengendalikan situasi yang semakin tidak terkendali.

Hingga saat ini, situasi di sekitar Stadion Lukas Enembe dilaporkan mulai kondusif, sementara evaluasi terhadap jalannya pertandingan dan pengamanan masih terus dilakukan.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *