JAYAPURA – Kepedulian terhadap dunia pendidikan diwujudkan Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Papua, Lalita, S.H., M.H., melalui aksi nyata. Di tengah masih banyaknya pelajar yang terancam putus sekolah karena keterbatasan ekonomi, ia memilih menggunakan dana pribadinya untuk membiayai pendidikan sepuluh siswa berprestasi di Papua.
Program beasiswa tersebut telah berjalan selama dua tahun dan menjadi bentuk komitmen Lalita dalam membuka kesempatan bagi generasi muda Papua agar tetap dapat mengenyam pendidikan hingga tuntas.
Menurutnya, pendidikan merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang mampu membawa Papua menuju masa depan yang lebih baik. Karena itu, ia tidak ingin persoalan biaya menjadi penghalang bagi anak-anak yang memiliki kemampuan akademik dan semangat belajar tinggi.
Lalita menjelaskan, bantuan yang diberikan sepenuhnya berasal dari uang pribadinya tanpa memanfaatkan anggaran negara maupun bantuan dari pihak lain. Ia berharap langkah sederhana itu dapat membantu para siswa tetap fokus mengejar cita-cita.
“Saya ingin mereka tetap bersekolah dan memiliki masa depan yang baik. Bantuan ini murni dari dana pribadi saya sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak Papua,” ujarnya.
Program tersebut berawal dari kunjungannya ke SMAN 2 Jayapura dan SMA Gabungan Jayapura. Dalam kesempatan itu, ia bertemu seorang siswa berprestasi yang hampir tidak bisa melanjutkan pendidikan akibat kondisi ekonomi keluarga.
Kisah itulah yang mendorong Lalita untuk menjadi orang tua asuh bagi sejumlah pelajar. Awalnya hanya tiga siswa yang menerima bantuan, namun seiring waktu jumlah penerima beasiswa terus bertambah hingga kini mencapai sepuluh orang.
Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak anak Papua yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tanpa dibayangi persoalan biaya.
Bagi Lalita, melihat para siswa tetap berprestasi dan mampu melanjutkan pendidikan merupakan kebahagiaan yang jauh lebih berharga dibandingkan nilai materi yang dikeluarkan.
Ia juga meyakini bahwa pelajar Papua memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan siswa dari daerah lain apabila mendapatkan kesempatan yang sama.
“Anak-anak Papua memiliki potensi besar. Mereka hanya membutuhkan dukungan dan kesempatan agar bisa berkembang serta bersaing,” katanya.
Salah satu penerima beasiswa, Alfa, mengaku bantuan tersebut telah mengubah perjalanan pendidikannya. Ia mengatakan dukungan dari Senator Lalita membuatnya tetap bisa bersekolah dan terus mengejar prestasi.
“Terima kasih kepada Ibu Lalita karena telah membantu saya melanjutkan pendidikan. Saya akan berusaha belajar lebih giat agar tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari orang tua para penerima beasiswa. Mereka menilai kepedulian Lalita telah membawa harapan baru bagi keluarga yang selama ini kesulitan memenuhi biaya pendidikan anak.
Salah seorang perwakilan orang tua bahkan menyebut Lalita sebagai “Bin Syowi”, sebuah sebutan dalam budaya Biak yang diberikan kepada perempuan yang dihormati karena kepedulian dan pengabdiannya kepada masyarakat.
Ke depan, Lalita menegaskan akan terus mendukung lahirnya generasi muda Papua yang berpendidikan, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
“Selama saya masih diberi kemampuan, saya akan terus membantu anak-anak Papua agar tetap memiliki kesempatan meraih cita-cita. Jangan sampai ada mimpi mereka yang terhenti hanya karena persoalan biaya,” tutupnya.













