Sentani, JayaTvPapua.com – Warga di sekitar Jalan Kemiri, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, digemparkan dengan penemuan sesosok pria dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah ruko, Senin (12/1/2026) pagi. Aparat Polres Jayapura langsung turun tangan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Penemuan mayat tersebut pertama kali dilaporkan warga sekitar kepada pihak kepolisian sekitar pukul 09.15 WIT. Menindaklanjuti laporan itu, Sat Reskrim Polres Jayapura bersama Unit Identifikasi, piket Reskrim, dan personel Polsek Sentani Kota segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan pemeriksaan awal.
Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Alamsyah Ali, S.H., M.H., mewakili Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., mengatakan bahwa olah TKP dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban.
“Personel langsung mengamankan lokasi, melakukan pemeriksaan awal, serta olah TKP guna mengungkap penyebab meninggalnya korban,” ujar AKP Alamsyah Ali.
Korban diketahui berinisial A.J.M. (58), seorang mekanik mesin yang tinggal sekaligus menjalankan bengkel di ruko tersebut. Kejadian bermula ketika seorang warga yang merupakan saksi merasa curiga karena sudah beberapa hari tidak melihat aktivitas korban.
Saat mendatangi ruko, saksi mendapati pintu dalam keadaan terkunci dan tidak ada respons. Setelah mengintip melalui celah pintu, saksi melihat korban tergeletak di lantai dalam kondisi tidak bernyawa. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jayapura.
Dalam olah TKP, petugas melakukan pemotretan, pengamatan umum dan khusus, serta penandaan sejumlah titik penting di dalam ruko, termasuk posisi korban dan barang-barang di sekitarnya. Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RS Yowari untuk dilakukan visum luar.
“Hasil visum luar ditemukan adanya luka lebam dan luka terbuka akibat gesekan. Namun dari hasil olah TKP, keterangan saksi, serta informasi medis awal, korban diduga meninggal akibat penyakit komplikasi dan diabetes yang dideritanya,” jelas AKP Alamsyah Ali.
Pihak kepolisian juga menyampaikan bahwa keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga memberikan kuasa kepada mantan istri korban untuk mengurus administrasi serta proses pemakaman yang direncanakan berlangsung keesokan harinya.
Hingga saat ini, pihak Polres Jayapura memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana.












