Jayapura, JayaTVPapua.com – Pemerintah Kota Jayapura bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jayapura resmi mengawali pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui pencanangan yang dilakukan pada apel gabungan di Lapangan Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (15/6/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memotret kondisi perekonomian Kota Jayapura secara menyeluruh. Selama lebih dari dua bulan ke depan, petugas akan turun langsung ke lapangan guna mengumpulkan berbagai informasi terkait aktivitas usaha dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan bahwa data yang dihasilkan dari sensus akan menjadi landasan penting dalam menentukan arah pembangunan daerah di masa mendatang. Karena itu, ia meminta seluruh warga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pendataan yang dilakukan BPS.
Menurutnya, keterbukaan masyarakat dalam memberikan informasi akan membantu pemerintah memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi ekonomi riil yang terjadi di setiap wilayah Kota Jayapura.
“Data yang baik akan melahirkan kebijakan yang tepat. Karena itu partisipasi masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan Sensus Ekonomi 2026,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Jayapura, Sugiato, mengungkapkan bahwa sebanyak 253 petugas telah diterjunkan untuk menjangkau berbagai titik pendataan yang tersebar di lima distrik di Kota Jayapura.
Tidak hanya menyasar perusahaan besar, sensus juga akan mencakup usaha mikro, kecil, dan menengah yang selama ini menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat. Berbagai jenis usaha, baik yang beroperasi secara formal maupun nonformal, akan masuk dalam cakupan pendataan.
Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat, seluruh petugas lapangan dibekali identitas resmi berupa rompi Sensus Ekonomi 2026 serta surat tugas yang dapat diperlihatkan saat melakukan pendataan.
BPS menargetkan sekitar 31.500 unit usaha dapat terdata selama pelaksanaan sensus. Selain itu, informasi pendukung mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat juga akan dihimpun guna melengkapi gambaran perkembangan ekonomi daerah.
Pendataan tersebut menggunakan basis data kependudukan yang telah terintegrasi dengan sistem administrasi kependudukan nasional melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga diharapkan menghasilkan data yang lebih akurat dan mutakhir.
Hasil sensus nantinya tidak hanya digunakan pemerintah dalam menyusun program pembangunan, tetapi juga menjadi referensi bagi dunia usaha dan investor untuk melihat potensi ekonomi yang berkembang di Kota Jayapura.
Melalui pemetaan yang lebih rinci, pemerintah dapat mengidentifikasi sektor usaha yang tumbuh pesat, wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi, hingga peluang pengembangan ekonomi baru yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi bagian dari agenda statistik nasional yang digelar setiap satu dekade. Setelah terakhir dilakukan pada 2016, sensus tahun ini diharapkan mampu menghadirkan potret terbaru perekonomian Kota Jayapura di tengah berbagai dinamika dan perubahan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.













