Sinak, Papua Pegunungan, JayaTvPapua.com – Di tengah wajah-wajah lelah para pengungsi yang berjuang melawan malaria, secercah harapan hadir melalui langkah kaki aparat yang tak hanya membawa senjata, tetapi juga obat dan kepedulian. Kamis pagi (29/1/2026),
personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 turun langsung menyambangi warga pengungsian asal Kampung Tagalame di Distrik Sinak dengan dua misi utama menjaga keamanan dan menyelamatkan kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini dipimpin oleh IPDA Eka Baja Paruntungan bersama satu regu personel Satgas Tindak. Mereka menyusuri sejumlah titik pengungsian, berdialog dengan warga, serta memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di tengah kondisi warga yang rentan.
Patroli tersebut berubah menjadi aksi kemanusiaan ketika personel Satgas memberikan pemeriksaan kesehatan, membagikan obat-obatan, serta memberikan edukasi pencegahan malaria kepada anak-anak, ibu-ibu, dan lansia yang mengalami gejala penyakit. Layanan kesehatan ini menjadi bantuan penting bagi warga yang memiliki akses terbatas terhadap fasilitas medis.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa kehadiran aparat di Papua tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga kepedulian terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa negara hadir bukan hanya saat ada gangguan keamanan, tetapi juga saat mereka sakit dan membutuhkan pertolongan. Pendekatan kemanusiaan adalah jembatan untuk membangun kepercayaan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi pengungsian membuat warga berada dalam situasi yang sangat rentan, baik secara fisik maupun psikologis. Oleh karena itu, patroli dialogis yang disertai pelayanan kesehatan menjadi langkah nyata Polri dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.
“Ketika warga merasa aman dan kesehatannya diperhatikan, maka harapan untuk bangkit itu muncul. Itulah tujuan utama Operasi Damai Cartenz menghadirkan rasa aman sekaligus kepedulian,” tambahnya.
Kehadiran Satgas disambut hangat oleh warga pengungsian. Sejumlah pengungsi mengaku sangat terbantu karena pemeriksaan dan obat diberikan langsung di lokasi tanpa harus menempuh perjalanan jauh dalam kondisi sakit.
Melalui patroli humanis ini, Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga Papua tetap aman dengan pendekatan keamanan yang humanis dan pelayanan kemanusiaan yang langsung dirasakan masyarakat.












