Jayapura, JayaTvPapua.com – Semangat persatuan dan pentingnya memahami sejarah bangsa kembali digaungkan oleh Steve R. E. Mara, M.Han., mahasiswa program doktoral asal Papua yang tengah menempuh pendidikan di Inggris sekaligus Ketua Melanesian Youth Diplomacy Forum.
Dalam pandangannya, pemahaman yang utuh terhadap sejarah Papua menjadi kunci penting dalam memperkuat persatuan serta mendorong generasi muda untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan bangsa,Minggu (26/4/2026).
Steve menjelaskan bahwa proses integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan bagian dari dinamika panjang dekolonisasi yang melibatkan berbagai pihak di tingkat internasional. Ia menyoroti tahapan penting seperti Konferensi Meja Bundar hingga Perjanjian New York 1962 sebagai proses diplomasi yang sah dan diakui dunia.
Menurutnya, tanggal 1 Mei 1963 menjadi momentum bersejarah, di mana Papua secara resmi diserahkan kepada Indonesia melalui mekanisme yang difasilitasi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Ini adalah bagian dari sejarah yang harus dipahami secara utuh. Integrasi Papua merupakan hasil proses panjang yang melibatkan hukum internasional dan kesepakatan global,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak generasi muda Papua untuk tidak terjebak dalam perdebatan masa lalu, melainkan mengalihkan fokus pada pembangunan masa depan melalui peningkatan kualitas diri, khususnya di bidang pendidikan.
“Generasi muda Papua harus mengambil peran. Kita perlu meningkatkan kapasitas diri dan bersama-sama membangun daerah serta bangsa ini,” tegasnya.
Selain itu, Steve juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi, serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang tidak akurat dan berpotensi memecah belah persatuan.
Dengan semangat persatuan dan kolaborasi, ia berharap Papua dapat terus berkembang melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, guna menciptakan kondisi yang aman, damai, dan kondusif sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.












