Sekolah di Jayapura Libur Sehari Jelang Aksi Mahasiswa, Pemkot Prioritaskan Keamanan

Pemerintah Kota Jayapura memutuskan meliburkan kegiatan belajar mengajar selama satu hari pada Senin (27/4/2026), menyusul rencana aksi unjuk rasa mahasiswa di wilayah tersebut.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi untuk meminimalisir risiko terhadap siswa dan tenaga pendidik di tengah potensi meningkatnya aktivitas massa di sejumlah titik kota.

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menyatakan kebijakan tersebut bertujuan menjaga keselamatan peserta didik agar tidak berada di area yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

“Langkah ini murni untuk melindungi anak-anak kita agar tidak terdampak situasi di lapangan. Untuk sementara, kegiatan belajar kami liburkan satu hari,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan roda pemerintahan tetap berjalan normal. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta tetap masuk kerja dan menjalankan tugas pelayanan seperti biasa.

“ASN tetap masuk dan mengikuti apel pagi. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu,” tegasnya.

Pemerintah kota juga mengingatkan peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai, serta tidak merusak fasilitas umum.

Selain itu, orang tua diminta mengawasi anak-anak selama libur berlangsung dan memastikan mereka tetap berada di rumah.

“Kami harap orang tua ikut berperan menjaga anak-anak tetap di rumah dan bisa belajar mandiri,” tambahnya.

Pemkot Jayapura bersama aparat keamanan akan terus memantau perkembangan situasi guna memastikan kondisi kota tetap aman dan kondusif.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *