Jayapura, JayaTvPapua.com – Gelombang suara perempuan Papua menggema di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4/2026). Aksi yang tergabung dalam “Suara Perempuan Papua Bersatu” ini menyampaikan berbagai tuntutan terkait situasi kemanusiaan di Tanah Papua, yang kemudian diterima langsung oleh Majelis Rakyat Papua (MRP) melalui Pokja Perempuan.
Empat perwakilan MRP hadir di tengah massa aksi, menyerap aspirasi sekaligus menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab dalam menjamin hak-hak dasar masyarakat Papua, sebagaimana diatur dalam UUD 1945 dan Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus).
Dalam pernyataannya, anggota Pokja Perempuan MRP, Sandra Mambrasar, menyampaikan apresiasi atas keberanian perempuan Papua yang menyuarakan kondisi riil yang dihadapi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Aspirasi ini akan kami bawa ke lembaga Majelis Rakyat Papua untuk diproses sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya di hadapan peserta aksi.
Sementara itu, perwakilan massa aksi, Iche Murib, menyampaikan pernyataan sikap yang menyoroti situasi konflik yang dinilai berdampak luas terhadap masyarakat sipil. Ia menekankan bahwa perempuan, anak-anak, dan kelompok lansia menjadi pihak paling rentan, terutama dalam hal akses terhadap layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan kehidupan sosial ekonomi.
Menurutnya, konflik berkepanjangan telah menciptakan kondisi keterbatasan akses yang serius, bahkan dalam situasi darurat medis yang berujung pada meningkatnya risiko korban jiwa.
Dalam tuntutannya, Suara Perempuan Papua Bersatu mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil langkah konkret dalam menghentikan kekerasan, menjamin perlindungan masyarakat sipil, serta menegakkan hukum terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi.
Selain itu, mereka juga menyoroti pentingnya penyelesaian konflik secara adil dan bermartabat, serta penghormatan terhadap hak-hak dasar masyarakat Papua.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan dalam suasana yang relatif kondusif.
MRP memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan pembahasan lanjutan di tingkat lembaga.
Aksi ini menjadi salah satu penegasan bahwa suara perempuan Papua terus hadir dalam mendorong perhatian terhadap isu kemanusiaan dan keadilan di Tanah Papua.













