May Day 2026 di Jayapura KSPI Papua Gelar Aksi Damai, Soroti Kesejahteraan Buruh hingga Nasib Guru

Dari Lingkaran Abepura buruh Papua gaungkan 8 tuntutan nasional dan dorong solusi lokal soal lapangan kerja serta kesejahteraan pekerja (1/5/2026).

Jayapura, JayaTvPapua.com – Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 1 Mei 2026, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Provinsi Papua menggelar aksi damai di Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, Jumat (1/5/2026).

Aksi ini dipimpin oleh Ketua Perda-KSPI Papua, Benyamin Eduard Inuri, serta didampingi Sekretaris Perda-KSPI Papua, Muhtar Syam, yang juga bertindak sebagai koordinator aksi. Dalam momentum tersebut, KSPI Papua menyampaikan solidaritas dan ucapan selamat Hari Buruh kepada seluruh pekerja di Papua dan Indonesia.

Massa menegaskan bahwa kerja keras buruh merupakan tulang punggung pembangunan. Mereka mengajak seluruh elemen untuk menjaga persatuan, meningkatkan produktivitas, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan yang berkeadilan.

Aksi May Day tahun ini juga menjadi bagian dari gerakan serentak buruh di seluruh Indonesia yang mengusung 8 tuntutan utama. Dua di antaranya merupakan tuntutan baru tahun 2026, yakni pembatasan potongan tarif ojek online maksimal 10 persen, serta ratifikasi Konvensi ILO Nomor 190 tentang penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja.

Selain itu, enam tuntutan lama kembali disuarakan karena dinilai belum terealisasi. Di antaranya pengesahan RUU Ketenagakerjaan baru, penghapusan outsourcing, penolakan upah murah, penolakan PHK sepihak, revisi UU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan, pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), serta pengesahan UU Perampasan Aset untuk pemberantasan korupsi.

Ketua Perda-KSPI Papua, Benyamin Eduard Inuri, menegaskan bahwa selain mendukung tuntutan nasional, pihaknya juga menyoroti persoalan spesifik di Papua, terutama minimnya lapangan kerja.
Menurutnya, kondisi di Papua berbeda dengan daerah lain karena masih terbatasnya perusahaan yang mampu menyerap tenaga kerja.

Hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama, tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga sektor swasta dan para pekerja itu sendiri.

“Ini persoalan bersama. Pemerintah, perusahaan, dan buruh harus duduk bersama mencari solusi agar pembangunan di Papua berjalan sesuai amanat undang-undang dan prinsip keadilan sosial,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa KSPI Papua saat ini tengah menangani sekitar 1.000 lebih anggota, termasuk sekitar 1.340 tenaga guru yang masih dalam proses pendataan dan pendampingan. KSPI Papua sendiri terbilang organisasi baru yang baru berjalan sekitar satu tahun di wilayah ini.

Dalam momentum May Day 2026, KSPI Papua menaruh harapan besar pada kebijakan pemerintah pusat, khususnya terkait rencana pembentukan Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK) serta dewan kesejahteraan buruh.

Benyamin menyebut, pihaknya berharap kebijakan tersebut dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi pekerja, termasuk di Papua.

“Kami berharap ada angin segar dari pemerintah pusat, terutama kebijakan Presiden, agar kesejahteraan buruh benar-benar bisa dirasakan secara merata,” katanya.

Aksi damai di Jayapura berlangsung tertib dan menjadi bagian dari gelombang peringatan May Day di berbagai daerah di Indonesia. Selain sebagai ajang solidaritas, momentum ini juga menjadi pengingat bahwa perjuangan buruh untuk keadilan dan kesejahteraan masih terus berjalan.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *