Waropen, JayaTvPapua.com – Polemik video viral yang memperlihatkan adanya serangga ulat pada menu sayur kacang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri Urei Faisei, Kabupaten Waropen, akhirnya berujung pada permohonan maaf terbuka dari para siswa yang terlibat.
Permohonan maaf tersebut disampaikan setelah video temuan ulat dalam ompreng makanan MBG yang beredar luas di media sosial pada Rabu (10/6/2026) menuai perhatian publik, pemerintah daerah, tim Satgas, hingga pihak pengelola program MBG.
Mewakili seluruh siswa, seorang pelajar kelas VIII-2 SMP Negeri Urei Faisei berinisial N.R menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Bupati Waropen, tim Satgas, pengelola MBG, para guru, dan seluruh pihak yang terdampak akibat beredarnya video tersebut.
“Kami mewakili seluruh siswa menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak Bupati Waropen, tim Satgas, pihak MBG, serta bapak dan ibu guru atas video yang telah kami viralkan hingga menimbulkan berbagai persepsi di masyarakat,” ujar N.R dalam video klarifikasi yang disampaikan Jumat (12/6/2026).
Ia mengakui tindakan mengunggah video ke media sosial tanpa terlebih dahulu melaporkannya kepada pihak sekolah merupakan sebuah kekeliruan. Ke depan, para siswa berkomitmen untuk melaporkan setiap temuan kepada pihak sekolah sebelum dipublikasikan.
“Kami menyampaikan pernyataan ini tanpa paksaan dari pihak mana pun dan murni dari hati kami untuk meminta maaf kepada semua pihak,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri Urei Faisei, Isak P. Ramandey, S.Pd, turut menyampaikan permohonan maaf atas tindakan anak didiknya yang telah memviralkan video tersebut.
Menurutnya, pihak sekolah juga memiliki tanggung jawab karena belum melakukan pengawasan secara maksimal terhadap aktivitas siswa maupun mekanisme pengawasan Program Makan Bergizi Gratis di lingkungan sekolah.
“Saya atas nama pimpinan sekolah menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak Bupati Waropen, pihak MBG, serta tim Satgas kesehatan atas kekeliruan yang dilakukan para siswa kami,” ujarnya.
Isak menjelaskan, sekolah sebenarnya telah membentuk tim pengawas MBG melalui Surat Keputusan (SK) yang bertugas memantau pelaksanaan program, termasuk menerima laporan apabila ditemukan kejanggalan pada makanan yang disajikan.
Di sisi lain, Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Waropen sekaligus Kepala Dapur MBG Yayasan Johan Edelweis Papua, Yance Rabrageri, S.AP, menegaskan bahwa seluruh proses penyediaan makanan telah dilaksanakan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan regulasi yang berlaku.
Menurutnya, mulai dari pemilihan bahan pangan, proses sterilisasi, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi ke sekolah telah dilakukan sesuai standar keamanan pangan yang ditetapkan.
“Kami bekerja sesuai SOP dan regulasi yang menjadi acuan kerja. Seluruh proses dilakukan untuk meminimalisir kesalahan prosedur dan memastikan makanan yang disajikan aman serta higienis,” tegas Yance.
Meski demikian, pihak pengelola MBG tetap menyampaikan permohonan maaf kepada SMP Negeri Urei Faisei atas temuan serangga pada menu makanan yang diterima siswa.
“Kami memohon maaf kepada pihak sekolah. Secara manusiawi mungkin ada kekurangan dan kelalaian. Ke depan kami akan lebih teliti dan lebih jeli terutama dalam proses sterilisasi makanan sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi evaluasi bersama bagi seluruh pihak terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Waropen, sekaligus menjadi pengingat pentingnya mekanisme pelaporan yang tepat serta pengawasan berjenjang demi menjaga kualitas layanan dan kepercayaan masyarakat terhadap program nasional tersebut.













