Jayapura,JayaTvPapua.com – Pemerintah Kota Jayapura melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Bimbingan Teknis Pasca Bencana Daerah Tahun Anggaran 2026, dengan tema penanganan pasca bencana untuk pemulihan yang cepat, tepat, terpadu dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Jayapura, Selasa (6/10/2026), dibuka oleh Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru, mewakili Wali Kota Jayapura Abisai Rollo.
Kegiatan ini diikuti 30 peserta yang berasal dari unsur perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait penanggulangan bencana di Kota Jayapura.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Jayapura, Yayong Baddu, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan kapasitas aparatur dan pemangku kepentingan dalam menangani tahapan pasca bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi dan berkelanjutan.
Menurutnya, Kota Jayapura memiliki potensi berbagai bencana, seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin kencang, kebakaran dan bencana lainnya. Karena itu, penanganan bencana tidak hanya berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi harus dilanjutkan dengan proses pemulihan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru menegaskan, penanganan pasca bencana membutuhkan keterlibatan seluruh stakeholder, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, Balai Wilayah Sungai, Balai Perumahan serta instansi terkait lainnya.
Rustan mengatakan, melalui bimbingan teknis ini, para peserta diharapkan memiliki kapasitas, pengalaman dan kesiapsiagaan yang sama ketika menghadapi berbagai bencana di lapangan.
Ia menekankan pentingnya membangun sistem penanganan yang terpadu, mulai dari satu komando, satu data hingga satu sistem pelaporan. Hal ini dinilai penting untuk menghindari tumpang tindih dalam penanganan dan memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pelayanan secara cepat dan tepat.
“Ketika terjadi bencana, penanganannya harus satu komando, satu pintu, satu data dan satu pelaporan,” tegas Rustan.
Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah dan stakeholder terkait untuk aktif dalam penanganan bencana, karena dampak bencana tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar, tetapi juga administrasi kependudukan, kesehatan, listrik, air bersih, pendidikan hingga kebutuhan sosial masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi dari empat narasumber, yakni Balai Wilayah Sungai Papua, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Papua, BPBD Provinsi Papua serta Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Jayapura.
Pemkot Jayapura berharap kegiatan ini dapat memperkuat koordinasi lintas sektor serta membangun kesamaan pemahaman dalam proses pemulihan pasca bencana, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat, terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pemerintah juga terus mendorong penguatan sistem pendataan masyarakat melalui RT, RW dan kelurahan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan serta memastikan pelayanan pemerintah dapat diberikan secara tepat sasaran.













