Festival Colo Sagu 2026 Resmi Dibuka, Papua Dorong Sagu Jadi Pilar Kemandirian Ekonomi dan Ketahanan Pangan

FCS Resmi di buka oleh Gubernur Provinsi Papua Kegiatan yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026 ini dipusatkan di Halaman Kantor DPR Papua (19/6/2026).

Jayapura, JayaTvPapua.com – Dalam rangka memperingati Hari Sagu Nasional dan Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Jayapura Kota menggelar Festival Colo Sagu 2026 dengan mengusung tema “Sagu Menghidupi, Dari Tradisi Menuju Kemandirian Ekonomi”. Kegiatan yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026 ini dipusatkan di Halaman Kantor DPR Papua dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua, Komjen Pol. (Purn.) Mathius Derek Fakhiri, Jumat (19/6/2026).

Festival Colo Sagu menjadi momentum penting untuk mengangkat kembali nilai strategis sagu sebagai identitas budaya, sumber pangan lokal, sekaligus potensi ekonomi unggulan masyarakat Papua di tengah tantangan ketahanan pangan nasional.

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Fredrickus W.A. Maclarimboen, selaku pelaksana kegiatan mengatakan bahwa Papua memiliki kekayaan sagu yang melimpah, namun belum banyak masyarakat yang berhasil mengembangkan komoditas tersebut menjadi sumber kesejahteraan ekonomi.

Menurutnya, kondisi luas hutan sagu yang terus berkurang harus menjadi perhatian bersama. Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga masyarakat adat untuk berkolaborasi menjaga dan mengembangkan sagu agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi mendatang.

“Jangan sampai generasi yang akan datang hanya mendengar cerita tentang sagu tanpa bisa melihat dan menikmatinya secara langsung. Sagu adalah anugerah Tuhan yang harus dijaga dan dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat Papua,” ujarnya.

Fredrickus juga mengungkapkan bahwa antusiasme peserta dari luar Papua dalam berbagai lomba dan karya ilmiah tentang sagu menjadi catatan penting. Hal tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap sagu justru banyak datang dari luar daerah, sehingga masyarakat Papua perlu lebih aktif mengambil peran dalam menjaga dan mengembangkan warisan leluhur tersebut.

Sementara itu, Gubernur Papua, Mathius Derek Fakhiri, memberikan apresiasi tinggi kepada Polresta Jayapura Kota, Yayasan Colo Sagu Nusantara, akademisi, pelaku UMKM, komunitas adat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival.

Menurutnya, sagu bukan sekadar bahan pangan tradisional, melainkan bagian dari identitas dan sejarah panjang masyarakat Papua yang sarat dengan nilai kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan terhadap alam.

“Bagi orang Papua, sagu adalah kehidupan. Ketika kita berbicara tentang sagu, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang masa depan Papua, tentang ketahanan pangan, perlindungan lingkungan, pemberdayaan masyarakat adat, dan peluang ekonomi yang berkelanjutan,” kata MDF.

Gubernur menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen memperkuat ekosistem sagu melalui perlindungan kawasan hutan sagu, pemberdayaan masyarakat adat, pengembangan riset dan inovasi, serta peningkatan nilai tambah produk turunan sagu agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan sagu dan mengembangkan hilirisasi produk berbasis sagu guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Festival Colo Sagu 2026 tidak hanya menghadirkan pameran dan kuliner berbahan dasar sagu, tetapi juga berbagai lomba, diskusi, seminar, hingga edukasi mengenai pentingnya pelestarian dan pemanfaatan sagu secara berkelanjutan.

Melalui festival ini, diharapkan lahir kesadaran baru bahwa sagu bukan hanya warisan budaya yang harus dijaga, tetapi juga aset strategis yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal, memperkuat ketahanan pangan, serta menjaga kelestarian lingkungan Papua untuk masa depan yang lebih baik.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *