Wamendagri Pimpin Kerja Bakti Massal di Jayapura Jelang Malam Apresiasi Pemda Regional Papua 2026

JAYAPURA — Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. H. Bima Arya Sugiarto, S.IP., M.A., memimpin langsung aksi kerja bakti massal di sejumlah titik di Kota Jayapura, Senin (22/6). Kegiatan ini digelar Pemerintah Provinsi Papua bersama Pemerintah Kota Jayapura sebagai bagian dari rangkaian menjelang Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Regional Papua Tahun 2026.

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran Wakil Menteri Dalam Negeri menjadi penyemangat tersendiri bagi seluruh jajaran pemerintah daerah. “Kami bersama Bapak Wakil Menteri Dalam Negeri telah melakukan kerja bakti di beberapa lokasi. Ini merupakan dorongan dari pemerintah pusat agar kita terus menjaga kebersihan Kota Jayapura,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Jayapura itu menambahkan bahwa menjaga kebersihan sudah menjadi bagian dari visi dan misi pemerintahannya. Karenanya, kegiatan kerja bakti telah dijadwalkan secara rutin dan dilaksanakan dua kali setiap bulan di seluruh distrik, kelurahan, dan kampung.

Abisai Rollo pun menyerukan partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan. “Kota yang bersih adalah kota yang indah dan nyaman dinikmati bersama. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat Kota Jayapura untuk tidak membuang sampah ke selokan maupun saluran air. Buanglah sampah pada tempatnya agar dapat diangkut oleh petugas kebersihan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wamendagri Bima Arya menegaskan bahwa gerakan menjaga kebersihan lingkungan merupakan instruksi langsung Presiden Republik Indonesia yang wajib diimplementasikan secara nyata. “Kami memastikan perintah Presiden RI benar-benar berjalan di lapangan. Kami berharap Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota Jayapura terus bersinergi dan berkolaborasi memastikan Gerakan Indonesia Asri terus berjalan, bukan hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar dilaksanakan secara berkelanjutan,” katanya.

Bima Arya menyoroti persoalan kawasan Sungai Anafre yang dinilai memerlukan penanganan lebih dari sekadar pembersihan rutin. Menurutnya, normalisasi sungai melalui pengerukan sedimentasi perlu dilakukan agar fungsi saluran air tetap optimal.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penataan ruang terbuka hijau seperti taman kota. Taman-taman yang berada di lokasi strategis, selain dibersihkan secara berkala, juga perlu dipercantik dan ditata sehingga menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Upaya tersebut, lanjutnya, dapat didanai melalui APBD maupun melalui kemitraan dengan pihak swasta.

Bima Arya menegaskan bahwa Gerakan Indonesia Asri bukanlah aksi sesaat, melainkan gerakan jangka panjang untuk membangun budaya peduli lingkungan sekaligus memperindah wajah kota-kota di seluruh Indonesia. “Saya mengapresiasi Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota Jayapura atas inisiatifnya. Semoga gerakan ini terus berlanjut dan mendapat pengawalan secara konsisten di lapangan,” tuturnya.

Adapun kerja bakti kali ini difokuskan di beberapa lokasi, antara lain kawasan Sungai Anafre, Taman Mandiri, Taman Imbi, serta taman di sekitar toko Gramedia. Aksi bersih-bersih tersebut melibatkan jajaran pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kota Jayapura, TNI, Polri, para ASN, dan masyarakat sebagai wujud komitmen bersama menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan tertata.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan semangat kebersamaan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kokoh dalam mewujudkan Kota Jayapura yang bersih, tertata, dan indah, sekaligus menjadi contoh nyata pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri di Tanah Papua.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *