Jayapura, JayaTvPapua.com – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung menggelar pelatihan fasilitasi pengembangan ekonomi masyarakat dan pemerintah desa guna meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD), Kamis (23/4/2026), di salah satu kafe di Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua.
Kegiatan bertajuk “Laba-Laba Numbay: Latig Barista Lokal Port Numbay” ini menyasar lima kampung di Kota Jayapura, yakni Skouw Sae, Skouw Mabo, Skouw Yambe, Nafri, dan Tahima Soroma. Pelatihan berlangsung selama dua hari, dari 23 hingga 24 April 2026, dengan melibatkan 35 peserta dari unsur karang taruna dan pelaku usaha mikro. Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Asisten III Setda Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari, yang mewakili Wali Kota Jayapura.
Asisten III Setda Kota Jayaapura, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membekali generasi muda dengan keterampilan produktif, sekaligus mencegah mereka dari pengaruh negatif seperti narkoba dan pergaulan bebas.
“Ini adalah kesempatan yang sangat positif bagi anak-anak muda kita untuk berkreativitas dan meningkatkan ekonomi, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun kampung,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kota Jayapura, Makzi L. Atanay, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi misi Wali Kota, khususnya dalam meningkatkan kemandirian ekonomi berbasis sektor jasa, ekonomi kreatif, dan pariwisata.
Menurutnya, pelatihan barista dipilih karena tren usaha kopi yang semakin diminati, terutama di kalangan anak muda.
“Kami melihat potensi besar dari usaha kopi ini. Harapannya, dari pelatihan ini akan lahir pengusaha-pengusaha muda yang mampu membangun usaha kafe di kampung masing-masing,” jelasnya.
Selain pelatihan, peserta juga akan mendapatkan bantuan hibah peralatan kopi serta pendampingan usaha selama enam bulan ke depan oleh komunitas barista dan mitra kreatif.
Pemerintah juga mengintegrasikannya dengan berbagai program lain seperti penguatan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam), koperasi Merah Putih, serta program ketahanan pangan yang didukung Dana Desa.
Saat ini, tercatat 14 kampung di Kota Jayapura telah memiliki koperasi berbadan hukum dan 12 kampung memiliki BUMKam, meski masih membutuhkan pendampingan berkelanjutan.
“Kami terus melakukan evaluasi untuk menemukan metode terbaik dalam menumbuhkan minat usaha masyarakat kampung, terutama generasi milenial,” tambah Atanay.
Dari total 35 peserta, pemerintah menargetkan setidaknya sebagian mampu berkembang menjadi pelaku usaha mandiri. Bahkan, jika 10 hingga 50 persen peserta berhasil, program ini dinilai sudah memberikan dampak positif.
Pelatihan ini menghadirkan fasilitator dari komunitas barista Papua dan pelaku ekonomi kreatif yang memberikan materi mulai dari sejarah kopi, teknik pengolahan, manajemen kafe, hingga praktik langsung pembuatan minuman kopi.
Dengan pendekatan ini, Pemkot Jayapura berharap mampu menciptakan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kampung yang berkelanjutan.
“Anak-anak muda ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi di kampungnya masing-masing. Yang penting mereka kreatif, mau belajar, dan berani mencoba, tutup Ni Nyoman Sri Antari.












